Notifikasi juga lebih dapat disesuaikan.

Alih-alih pengaturan tunggal untuk seluruh sistem, Textra memungkinkan saya menyesuaikan cara saya diberi tahu tentang pesan dari individu tertentu.

Satu fitur yang saya anggap berguna adalah penundaan pengiriman (send delay).

Setiap pesan menunggu beberapa detik sebelum dikirim, memberi saya kesempatan untuk menangkap salah ketik atau pesan yang tidak sengaja terkirim.

>>> 3 Langkah Verifikasi Bansos Tahap 3 2026 Agar Dana Cair Lancar

Textra juga terasa lebih padat dan lebih dapat disesuaikan secara keseluruhan.

Lebih banyak pesan muat di layar, saya bisa menyesuaikan antarmuka sesuai keinginan, dan aplikasi ini memberi kendali lebih atas notifikasi dibanding Google Messages.

Fitur yang Hilang Mengubah Segalanya

Beberapa hari pertama, saya benar-benar berpikir akan bertahan dengan Textra. Kustomisasinya lebih baik, antarmuka terasa lebih personal, dan saya menikmati memiliki begitu banyak kendali.

Kemudian saya mulai menyadari hal-hal kecil yang hilang dari percakapan saya. Foto tampak lebih terkompresi, obrolan grup berperilaku berbeda, dan saya kehilangan indikator mengetik serta tanda terima baca.

Saat itulah saya menyadari betapa saya telah bergantung pada RCS (Rich Communication Services). Kembali ke aplikasi SMS tradisional membuat perbedaan itu tidak bisa diabaikan.

Textra masih menangani pesan teks dengan baik, tetapi ekspektasi pesan modern telah berubah, dan RCS telah menjadi bagian besar dari percakapan sehari-hari saya.

Satu hal lagi yang memperjelas kesenjangan: tidak ada pengalaman lintas perangkat yang sesungguhnya.

Dengan Google Messages, saya bisa melanjutkan percakapan di web, membalas dari komputer, dan semuanya tetap sinkron.

Itu mungkin tidak penting bagi semua orang, tetapi ketika Anda terbiasa berkirim pesan dari banyak perangkat, kembali ke satu perangkat terasa seperti langkah mundur.