Joint Program Office menyatakan TR-3 mendukung kemampuan Block 4 di masa depan, termasuk peningkatan sensor, senjata presisi jarak jauh, fitur peperangan elektronik, fusi data, dan interoperabilitas lintas platform.

Block 4 bergantung pada arsitektur komputasi ini karena sensor canggih, peningkatan senjata, dan upgrade sistem misi membutuhkan daya pemrosesan yang lebih besar daripada konfigurasi sebelumnya.

in1

Letkol Matthew Hawkins, pejabat JPO yang mengawasi modifikasi dan retrofit F-35, mengatakan, "Ini bukan hanya tonggak teknik, tetapi juga operasional."

Ia menambahkan bahwa jet F-35B pertama telah menyelesaikan transisi ke konfigurasi TR-3, menyediakan daya komputasi penting untuk sistem tempur generasi berikutnya.

>>> Pentingnya Bahasa China Selain Bahasa Inggris untuk Anak Sejak Dini, Ini Alasannya

Meski demikian, TR-3 bukanlah terobosan ramah lingkungan. F-35B tetaplah pesawat tempur berperforma tinggi dengan jejak energi besar.

Departemen Pertahanan AS menggambarkan dirinya sebagai konsumen energi terbesar di pemerintah federal, dan pesawat menyumbang 76% emisi energi operasional pada tahun fiskal 2021.

Modernisasi justru memunculkan pertanyaan lingkungan: apakah lebih baik meningkatkan pesawat yang sudah beroperasi daripada mengganti platform lebih awal?

Rilis resmi F-35 tidak mengukur penghematan emisi atau pengurangan limbah dari retrofit TR-3.

Namun, memperpanjang kemampuan melalui elektronik modular adalah bagian dari realitas industri.

Depot pemeliharaan, tim perangkat lunak, dan pemasok menjadi sama pentingnya dengan pabrik, dan hal itu dapat membentuk jejak program pertahanan masa depan.

Tonggak baru ini juga datang setelah periode sulit bagi TR-3.

Pada Juli 2024, JPO dan Lockheed Martin mengumumkan pengiriman pesawat TR-3 dimulai secara bertahap, dengan jet pertama dikirim untuk kemampuan pelatihan sementara program berlanjut menuju kemampuan tempur penuh.