>>> Cara Mencairkan Dana Bansos Kemensos Rp600 Ribu dengan KTP Tahun 2026

Bagi sebagian perempuan, tinggal serumah setelah pisah tidak hanya tidak nyaman tetapi juga berbahaya.

in1

Sally Renfrey, konselor keuangan dari Centre for Women's Economic Safety, mengatakan perempuan bisa tetap terperangkap di rumah yang sama dengan pasangan abusive karena biaya hidup.

"Dengan tunjangan pendapatan, hampir mustahil menemukan sewa yang terjangkau," ujar Renfrey. "Ini adalah pilihan mustahil yang harus diambil perempuan yang mengalami kekerasan."

Seorang perempuan yang diwawancarai mengatakan kekerasan pasangannya meningkat selama lima tahun dan termasuk pencekikan berulang. Meskipun beberapa kali pergi, tekanan finansial terus menariknya kembali.

"Saya benar-benar tidak mampu hidup," katanya.

Renfrey menambahkan, baik ada kekerasan dalam rumah tangga maupun tidak, pasangan yang berpisah menghadapi dilema praktis yang sama: jika memiliki properti, tidak ada yang tahu aset apa yang akan mereka miliki sampai rumah terjual dan hasilnya dibagi.

Ketidakpastian itu membuat sulit mengetahui apakah mereka mampu membeli lagi, atau bahkan apa yang bisa mereka sewa.

Jika mereka menyewa, prospek mengelola biaya sewa dengan satu pendapatan bisa sangat berat.

Kisah Mary-Ann dan Bill menggambarkan realitas ini. Setelah hubungan mereka berakhir, Mary-Ann ingin pindah tetapi tidak mampu membayar sewa dan setengah hipotek.

Mereka tinggal serumah selama lima bulan sebelum rumah terjual.

>>> 5 Fitur Unggulan Oppo Reno 16 di 2026, Bikin Performa Makin Maksimal

Meskipun sempat berjalan harmonis saat merenovasi rumah untuk dijual, pada akhirnya Mary-Ann pindah enam minggu sebelum penyelesaian. "Jika saya harus terus melihatnya, saya akan marah," katanya.