Beberapa judul yang masuk daftar pendanaan antara lain Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Taboo, Siti Vampire, dan Sebelum Tiga Puluh.

Platform ini juga menawarkan fitur bagi pemegang token, seperti partisipasi dalam pembiayaan film (decentralized executive producing), akses eksklusif ke proses produksi, hak suara pada keputusan kreatif, dan apresiasi berbasis kekayaan intelektual.

in1

COO SHOW Token Joshua Khubani menyatakan pihaknya menargetkan investasi hingga US$100 juta di Asia Tenggara.

"Indonesia bukan sekadar pasar, melainkan pusat talenta kreatif yang kekurangan akses pendanaan dan distribusi. Kami ingin menjembatani kesenjangan tersebut," kata Joshua.

Ke depan, pengembang berharap blockchain dan AI tidak hanya menjadi inovasi teknologi, tetapi juga membuka kolaborasi antara pemerintah, rumah produksi, komunitas teknologi, dan pelaku industri kreatif.

>>> AS Kirim Kapal Perang, Pesawat, dan Jenderal Marinir ke Venezuela Bantu Gempa

Tujuannya menciptakan ekosistem perfilman Indonesia yang lebih berkelanjutan dan membuka peluang bagi kreator lokal menembus pasar internasional.