"Proses pembinaan yang berkesinambungan ini memiliki benang merah sangat kuat untuk semua kelompok umur, mulai dari 8 hingga 18 tahun," ujar Teddy Tjahjono.

"Wadah untuk berlatih, bermain, dan berkompetisi pun sudah terbentuk dalam ekosistem yang selama tiga tahun terakhir dibangun oleh Djarum Foundation," ungkap Teddy Tjahjono.

in1

"Muaranya akan terbentuk talent pool yang banyak untuk pilihan memperkuat timnas.

Salah satunya, di ajang Srikandi Merdeka Cup nanti akan terbentuk skuad U-16 yang akan bermain di Kualifikasi AFC Cup pada 5 Oktober mendatang," jelas Teddy Tjahjono.

Dukungan Pemerintah dan Dampak Ekonomi Daerah

Upaya konkret dari pihak swasta ini juga membawa dampak positif terhadap perekonomian dan pariwisata Kabupaten Kudus.

"Terima kasih untuk Djarum Foundation yang telah menyelenggarakan tiga event besar berskala nasional dan internasional dengan Supersoccer Arena Kudus yang jadi tuan rumah," kata Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton.

"Selain dikenal sebagai kota yang melahirkan atlet-atlet bulutangkis berprestasi, kami berharap Kudus juga semakin dikenal sebagai pusat pengembangan sepak bola putri Indonesia," harap Bellinda Birton.

"Penyelenggaraan Women’s Soccer Trilogy ini tentu memiliki dampak positif dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya melalui UMKM," imbuh Bellinda Birton.

>>> Bogor Hornbills Bungkam Pelita Jaya 83-63, Samakan Kedudukan Final IBL

Hadirnya wadah kompetisi yang jelas dan berkesinambungan menjadi angin segar bagi para pesepak bola putri muda yang bercita-cita meniti karier profesional.

"Sepak bola putri sudah semakin berkembang, semakin banyak pula yang ikut bermain," ujar pemain usia dini asal Jepara, Queisha Sava Azzalfa.

"Menurut aku setiap tingkatan ada kesulitannya sendiri, seperti di MLSC kita mendalami teknik dasar, tetapi saat di HYDROPLUS Soccer League kita main teknik yang baik," jelas Queisha Sava Azzalfa.