Perdebatan Seputar Teknologi ALPR

Pendukung ALPR berargumen bahwa teknologi ini membantu penegak hukum menemukan kendaraan curian, orang hilang, dan tersangka kejahatan.

Namun, kritikus menunjuk pada pengumpulan data dari semua kendaraan, bukan hanya yang terkait kejahatan.

in1

Data perjalanan rutin seperti ke tempat kerja, kunjungan ke teman, atau kegiatan keagamaan juga tersimpan dalam basis data yang dapat dicari.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang privasi dan potensi penyalahgunaan.

Beberapa insiden penyalahgunaan telah terjadi.

Seorang petugas polisi di Wisconsin didakwa melakukan pelanggaran berat karena menggunakan sistem Flock Safety untuk mencari kendaraan terkait hubungan pribadi.

Kasus serupa juga muncul di Georgia dan Missouri.

Selain itu, masalah keamanan siber juga mengemuka.

Seorang peneliti menunjukkan bahwa banyak sistem kamera keamanan publik dapat diakses secara online tanpa autentikasi yang memadai, sehingga data dapat digabungkan dengan informasi lain untuk mengidentifikasi individu.

Kekhawatiran ini mendorong beberapa kota untuk menunda, membatasi, atau menghentikan program kamera ALPR.

Staunton, Virginia, misalnya, mengakhiri kontrak dengan Flock Safety meskipun ada keberhasilan investigasi, karena mengutamakan kekhawatiran warga.

Meskipun demikian, kamera ALPR terus bertambah. Teknologi baru seperti Leonardo bahkan dapat menghubungkan ponsel, pelacak kebugaran, dan microchip hewan peliharaan dengan lokasi GPS.

>>> Diskon $12.000 Tak Mampu Gerakkan Stok Ford Edge yang Sudah Dihentikan

DeFlock tidak menghentikan kamera atau membuat kendaraan tidak terlihat. Alat ini hanya memberikan kesadaran—sesuatu yang belum pernah dimiliki banyak pengemudi sebelumnya.