Perusahaan tersebut berkembang mengikuti meningkatnya aktivitas industri maritim nasional dan menjadi salah satu usaha utama keluarga Sutowo di luar sektor energi.

Menjadi Wajah Hotel Sultan

Nama Pontjo mulai lekat dengan Hotel Sultan pada awal dekade 1980-an. Saat itu hotel yang sebelumnya dikenal dengan nama Jakarta Hilton International menghadapi sejumlah tantangan dalam operasionalnya.

in1

Pada 1982, Pontjo mengambil alih kepemimpinan PT Indobuildco. Sejak saat itu, ia memegang kendali pengelolaan bisnis perhotelan keluarga sekaligus menjadi figur yang paling identik dengan Hotel Sultan.

Aktivitasnya di industri pariwisata juga membawanya terlibat dalam berbagai organisasi. Pontjo pernah menjabat Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) selama periode 1989 hingga 2001.

Selain itu, ia juga pernah memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Saat ini, Pontjo menjabat Ketua Umum Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI/Polri (FKPPI).

Sengketa Lahan Berujung Pengosongan Hotel

Meski tidak terlibat dalam pembangunan Hotel Sultan pada awal 1970-an, Pontjo menjadi sosok yang paling lama mengelola aset tersebut. Di bawah kepemimpinannya, PT Indobuildco terus mempertahankan klaim atas lahan yang berada di kawasan GBK.

Sengketa mengenai status hak atas tanah itu berlangsung sejak awal 2000-an dan melewati sejumlah tahapan hukum. Setelah berbagai putusan pengadilan berpihak kepada negara, Hotel Sultan akhirnya dikosongkan pada Kamis (18/6).

Pengosongan tersebut menandai berakhirnya penguasaan PT Indobuildco atas aset yang selama puluhan tahun menjadi bagian penting dari bisnis keluarga Sutowo.