Khutbah Jumat 26 Juni 2026: Tahun Baru Islam Ajak Umat Muhasabah dan Memperbaiki Amal

Pergantian tahun dalam kalender Hijriah selalu menghadirkan ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Bagi umat Islam, datangnya 1 Muharram bukan sekadar penanda bergantinya angka tahun, melainkan saat yang tepat untuk menilai kembali perjalanan hidup, amal ibadah, serta hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Melalui khutbah Jumat yang bertepatan dengan momentum tahun baru Islam, jamaah diajak melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Evaluasi ini penting agar setiap Muslim memahami apa yang telah dikerjakan dan apa yang perlu diperbaiki untuk kehidupan yang akan datang.

in1

>>> Link Nonton Film Husbands in Action (2026) Tayang di Netflix, Kisah Detektif dan Suami Baru Bersatu Selamatkan Mantan Istri

Muhasabah sebagai Bekal Menyongsong Tahun Baru Hijriah

Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menimbang amal sebelum datang hari perhitungan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).”

Ayat tersebut mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk menilai dirinya sendiri. Waktu yang telah berlalu tidak akan kembali, sementara seluruh amal akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang tenggelam dalam kesibukan hingga lupa mengevaluasi diri. Karena itu, tahun baru Hijriah dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memperbaiki kekurangan, meningkatkan ibadah, dan meninggalkan kebiasaan yang menjauhkan diri dari ketaatan.

Meneladani Semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW