Skuad berjuluk Singa Atlas dinilai memiliki kedalaman skuad yang merata di setiap lini, termasuk sektor tengah.

"Saya rasa mereka semua berbahaya. Itu pujian terbesar yang bisa saya sampaikan tentang mereka.

in1

Saya rasa mereka memiliki kualitas di setiap posisi di lapangan, begitu banyak pemain bagus sehingga sulit untuk fokus hanya pada satu orang, karena yang lain akan muncul dan menghukum Anda.

Ada banyak kualitas di lini tengah.

Daripada memilih satu atau dua pemain, saya katakan bahwa mereka sebagai tim dan sebagai satu kesatuan akan menjadi lawan yang sangat sulit," urai Robertson.

Robertson berharap motivasi tinggi dan kualitas kolektif yang dimiliki Skotlandia bisa terlihat saat laga berlangsung di panggung terbesar sepak bola.

"Mereka adalah tim yang hebat. Tidak ada alasan yang membuat mereka berbeda dari masa lalu.

Kami juga percaya pada kualitas yang kami miliki; kami harus percaya bahwa kami bisa menjadi tim yang sulit dihadapi.

Kami harus menunjukkannya di panggung terbesar. Jika kami melakukannya, saya berharap kami akan keluar sebagai pemenang," pungkas Robertson.

Di sisi lain, pelatih Skotlandia Steve Clarke mengaku skuadnya menghadapi tekanan yang lebih ringan setelah mengamankan poin penuh di pertandingan pertama.

"Dua pertandingan berikutnya melawan dua tim di antara sepuluh besar di dunia akan sulit, tetapi kami akan memasukinya dengan tekanan yang lebih sedikit dibandingkan dengan bagaimana rasanya sebelum pertandingan pertama," kata Clarke.

Skotlandia dipastikan tampil tanpa bek Scott McKenna akibat cedera betis, namun siap menurunkan pilar utama seperti Scott McTominay, John McGinn, dan Che Adams.

>>> Gelandang Kanada Ismael Kone Jalani Operasi Cedera Parah di Vancouver

Sementara Maroko diprediksi mengandalkan pemain reguler Eropa seperti Brahim Diaz dari Real Madrid, Noussair Mazraoui dari Manchester United, serta Ismael Saibari.