"Secara mental, saya melihat tim menghadapi turnamen dengan cara yang sama seperti biasanya. Para pemain sangat ingin memperbaiki keadaan," tegas Mikel Merino.

Dilansir dari Navarra Television, Merino mengungkit memori saat menjuarai Euro U-21 2019 di bawah arahan Luis de la Fuente yang juga diawali dengan hasil buruk.

"Itu berakhir dengan cara yang semoga sama sekarang. Saya melihat pelatih yang sangat mirip, tenang dan tahu bahwa ada hambatan di jalan.

Jika ada sesuatu yang tidak baik bagi kami saat ini, itu adalah kepanikan.

Apa yang kami lakukan akan membuahkan hasil karena kami bekerja sama dan selalu berhasil," cetus Mikel Merino.

Pengalaman masa lalu tersebut dinilai memberikan kedewasaan bagi tim dalam menghadapi rintangan di turnamen besar.

"Kami banyak berubah sejak saat itu. Hal baiknya adalah Anda belajar dari semua pengalaman.

Luis harus memberi kami ketenangan, tapi kami memiliki keyakinan bahwa satu hambatan tidak akan menghancurkan segalanya," imbuh Mikel Merino.

Merino menyatakan respons terbaik dari seluruh tekanan ini adalah dengan memenangkan pertandingan berikutnya secara meyakinkan.

"Secara pribadi, saya bukan tipe yang suka mengirim pesan. Pesan terbaik adalah membalikkan keadaan dengan kemenangan telak pada hari Minggu.

Di saat mudah mudah bicara keluarga, tapi saat sulit itulah keluarga muncul. Dalam beberapa jam ini saya melihat tim sangat bersatu dan bersemangat melakukan hal yang benar.

Pesan harus disampaikan di pertandingan berikutnya," papar Mikel Merino.

Ia kembali meminta semua pihak untuk tetap berkepala dingin dan tidak membesar-besarkan hasil minor di laga perdana.

"Melawan Skotlandia terjadi hal serupa. Kami punya pengalaman dengan sedikit keributan di sekitar.