Forum Bandung Jadi Sorotan

Dalam pemaparannya, BEM Bersatu juga mengangkat keterlibatan Tiyo Ardianto dalam sebuah kegiatan bertajuk Dialog Nasional Kebangsaan yang digelar di Bandung.

Forum tersebut disebut dihadiri sejumlah tokoh yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintah, di antaranya Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dr Tifa, serta Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.

Rahmat menilai pertemuan tersebut memperlihatkan adanya jejaring yang patut dicermati karena mempertemukan pimpinan aksi mahasiswa dengan sejumlah figur politik dan publik yang aktif menyuarakan kritik terhadap pemerintah.

"Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung tanggal 18 Juni 2026 bersama sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr Tifa. Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati," ujarnya.

Imbauan untuk Tetap Kritis

BEM Bersatu menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian dari fungsi kontrol masyarakat. Namun mereka mempertanyakan alasan penolakan terhadap program yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Menurut Rahmat, pembahasan mengenai tata kelola program tetap penting dilakukan, tetapi fokus gerakan mahasiswa dinilai perlu mempertimbangkan tingkat urgensi persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Pertama, kami mempertanyakan prioritas isu yang diangkat. Di tengah kebutuhan mendasar masyarakat, perhatian justru tersedot pada isu yang tidak menjadi urgensi utama. Sementara itu, Program MBG yang berdampak langsung pada gizi dan kesejahteraan masyarakat justru menjadi sasaran penolakan, meski perbaikan tata kelola tetap diperlukan," katanya.

BEM Bersatu mengajak mahasiswa di berbagai daerah, termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan, untuk tetap menjaga independensi gerakan serta tidak mudah terseret kepentingan politik menjelang kontestasi nasional mendatang.

Di akhir pernyataan, organisasi tersebut menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk intervensi politik dalam gerakan mahasiswa.

"Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan," tegas Rahmat.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan organisasi mahasiswa dari berbagai kampus, antara lain Wildan Ricky, Muhammad Yani, Ardi Zulkifly, Ardiansyah, Ahmad Ghazy, Alfi, Dicky, Ahmad, serta Rezky Anandar.