Pembalap muda ini merasa bersyukur bisa mendapatkan ritme balapan yang konsisten sehingga mampu melewati banyak pembalap sejak awal perlombaan.

"Start lagi dari belakang seperti di Jerez dan kemudian bisa bertarung kembali hingga grup depan menjadi sesuatu yang sangat positif bagi saya.

Saya memiliki pace yang bagus sepanjang balapan dan mampu memperbaiki banyak posisi sejak awal," lanjut Veda.

Kondisi ban depan yang aus akibat dipacu secara agresif pada awal balapan sempat membuat performa berkendaranya agak terhambat di pertengahan lomba.

"Pada satu momen, saya sedikit terlalu memaksa ban depan dan saya sadar harus mengelolanya dengan hati-hati karena balapan masih menyisakan banyak lap.

Pada lap-lap terakhir, saya kembali menekan untuk menyambung ke grup depan dan bertarung hingga finis," ungkap Veda.

Kendati sempat melakukan kekeliruan di putaran final, Veda memandang hasil di Catalunya ini sebagai modal berharga untuk menghadapi seri balapan berikutnya di Sirkuit Mugello.

>>> Lionel Messi Cetak Hat-trick, Argentina Bungkam Aljazair 3-0

"Meski melakukan beberapa kesalahan kecil di lap terakhir, finis di posisi delapan besar setelah start dari posisi ke-20 menjadi hasil yang sangat berharga sekaligus motivasi untuk terus berkembang menghadapi Mugello," jelas Veda.