Dalam penjelasan resminya, bank menyebut proses penelusuran dilakukan segera setelah informasi tersebut beredar luas. Komunikasi juga dibangun dengan pihak terkait untuk mendalami dugaan insiden tersebut.

1. Investigasi Segera Dilakukan

Bank Jatim menyatakan tim internal langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap informasi yang beredar serta menelusuri kemungkinan sumber permasalahan.

2. Tidak Ditemukan Gangguan pada Sistem Internal

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap sampel data yang beredar, perusahaan mengaku tidak menemukan indikasi adanya gangguan maupun intervensi terhadap sistem teknologi informasi internal.

Manajemen juga menegaskan data yang beredar tidak berkaitan dengan transaksi keuangan nasabah maupun informasi kredensial layanan perbankan.

3. Berkoordinasi dengan BSSN

Untuk memperkuat proses verifikasi, Bank Jatim telah melakukan koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara melalui platform Cyber Threat Intelligence Sharing (CTIS).

Kolaborasi tersebut dilakukan guna mencocokkan dan menganalisis informasi yang beredar sehingga diperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai dugaan kebocoran data.

4. Menjamin Perlindungan Nasabah

Manajemen menegaskan perlindungan data pribadi nasabah tetap menjadi prioritas. Perusahaan menyatakan akan menjalankan seluruh prosedur keamanan sesuai ketentuan yang berlaku serta standar kepatuhan informasi.

Bukan Kali Pertama

Dugaan kebocoran data ini menambah daftar persoalan yang menyeret nama Bank Jatim dalam beberapa tahun terakhir. Pada Oktober 2021, isu serupa juga sempat mencuat dan menjadi perhatian publik.

Kabar terbaru tersebut muncul saat sejumlah kasus lain yang melibatkan Bank Jatim masih menjadi sorotan, termasuk penyidikan dugaan korupsi kredit fiktif di wilayah Nganjuk dan Jember serta kasus pembobolan dana yang melibatkan oknum pegawai internal.

Hingga kini, belum ada kepastian apakah data yang beredar benar berasal dari sistem Bank Jatim. Proses verifikasi dan investigasi masih terus berlangsung.