Mesa berpendapat insiden kejar-kejaran tidak akan terjadi apabila para pejabat bersedia menjawab pertanyaan yang diajukan mahasiswa dan melanjutkan dialog secara terbuka.

"Aksi kejar-kejaran itu sebetulnya karena mereka menghindar," ucapnya.

Dalam aksi tersebut, Budiman Sudjatmiko menjadi salah satu sosok yang mendapat sorotan. Mesa mengaku kecewa karena menilai figur yang dahulu dikenal melalui aktivitas gerakan mahasiswa itu kini tidak lagi berada di posisi yang sama dengan kelompok yang pernah diperjuangkannya.

Ia juga mengkritik kebijakan yang berkaitan dengan proyek strategis nasional dan persoalan agraria yang dinilai berdampak pada masyarakat kecil.

"Dan jika kami dianggap jahat, merusuh, atau apa pun itu, sesungguhnya kejahatan mereka sangat-sangat lebih besar karena ada banyak rakyat yang tanahnya dirampas, meja makannya tidak diisi oleh makanan. Karena apa? Karena tanah bertani mereka digunakan untuk PSN yang ditanami ubi, jagung, dan sebagainya yang tidak jelas," kata Mesa.

Meski melakukan protes keras, Mesa menegaskan mahasiswa tidak menolak kehadiran pejabat negara di lingkungan kampus. Namun, ia meminta setiap diskusi berlangsung secara terbuka dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Jika mereka berbohong, menipu, inilah yang akan kami lakukan. Untuk apa? Untuk mengingatkan bahwasannya kalian tidak bisa membodohi kami," tegasnya.

Sudaryono Minta Maaf kepada Mahasiswa

Sehari setelah insiden itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa yang hadir karena diskusi tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Ia mengatakan dirinya bersama Nusron Wahid dan Budiman Sudjatmiko datang ke UGM dengan tujuan berdialog secara langsung dengan mahasiswa.

"Saya minta maaf kepada adik-adik mahasiswa yang sebetulnya ingin berdialog secara baik. Kami siap jika diundang kembali, baik di Yogyakarta maupun Jakarta. Yang penting kita berdiskusi," ujar Sudaryono dalam keterangan tertulis.

Sudaryono juga menepis anggapan bahwa dirinya meninggalkan lokasi untuk menghindari pertanyaan peserta diskusi.

"Justru kami datang untuk berdiskusi. Bahkan, saat mobil kami dicegat dan kami dicari-cari, kami keluar lagi dan duduk bersila di aspal untuk melanjutkan dialog," katanya.