Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

(QS. Al-Hasyr: 18)

Perubahan yang baik harus dimulai dari diri sendiri agar kehidupan lebih berkah, tenang, dan bermanfaat.

Allah SWT menegaskan, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri."

(QS. Ar-Ra'd: 11)

Manusia tidak tahu apakah masih diberi kesempatan bertemu tahun berikutnya.

Rasulullah SAW mengingatkan untuk memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara: muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, luang sebelum sibuk, dan hidup sebelum mati.

Khutbah 3: Menyambut Tahun Baru Islam dengan Semangat Perbaikan Diri

Datangnya Tahun Baru Islam hendaknya menjadi momentum memperbarui semangat beribadah dan berbuat kebaikan.

Setiap muslim dituntut memperbaiki keimanan, memperkuat ketakwaan, serta memperbanyak amal saleh sebagai bekal dunia dan akhirat.

Allah SWT berfirman, "Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan, tersedia pahala terbaik (surga) dan tambahan kenikmatan. Wajah mereka tidak akan ditutupi kesuraman maupun kehinaan.

Mereka adalah penghuni surga yang kekal di dalamnya." (QS.

Yunus: 26)

>>> Bobby Nasution Resmi Buka MTQ ke-40 Tingkat Sumut di Deliserdang

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Lathaiful Ma'arif menjelaskan bahwa bertambahnya usia seorang mukmin seharusnya diiringi bertambahnya amal saleh.

Tahun baru Hijriah harus disambut dengan tekad kuat menjadi pribadi yang lebih baik.

Khutbah 4: Muhasabah dan Tekad Menjadi Lebih Baik

Bulan Muharram hadir sebagai awal perjalanan tahun baru untuk merenungkan hidup serta memperbaiki langkah menuju masa depan.

Melalui introspeksi, umat Muslim belajar meninggalkan kebiasaan buruk dan memperkuat hal positif.

Manusia diwajibkan berusaha sebaik mungkin, namun hasil akhir sepenuhnya dalam ketentuan Allah SWT.