Pajak gereja di Swiss mendorong banyak warganya untuk secara resmi meninggalkan agama. Langkah ini diambil sebagai cara menghindari pungutan yang mencapai 1-3 persen dari penghasilan.

Menurut laporan media lokal Le News, sebanyak 67.497 orang keluar dari Gereja Katolik di Swiss sepanjang 2023.

>>> Shakira Perkenalkan 'Dai Dai' sebagai Lagu Resmi Piala Dunia 2026

Angka itu hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, sekitar 39.517 warga secara resmi meninggalkan gereja Protestan pada periode yang sama. Jika digabungkan, total hampir 100 ribu orang meninggalkan gereja sepanjang 2023.

Basel-Stadt Catat Angka Tertinggi

Data dari Institut Sosiologi Pastoral Swiss (SPI) menunjukkan wilayah dengan tingkat pengunduran diri tertinggi berasal dari Basel-Stadt.

Persentase warga yang keluar dari gereja di wilayah itu mencapai 4,5 persen.

>>> Jadwal MPL ID S17 Pekan 7 Hari 1: Geek Fam vs Dewa United, 8 Mei 2026

Basel-Stadt diketahui memiliki sistem administrasi yang memungkinkan warga menghentikan keanggotaan gereja secara resmi. Dengan demikian, mereka tidak lagi wajib membayar pajak gereja.

Meski data resmi tidak selalu menjelaskan alasan warga keluar dari gereja, laporan Religion Watch menyebut tingkat pengunduran diri cenderung lebih tinggi di wilayah yang menerapkan pajak gereja.

Selain faktor pajak, tren sekularisme dan berbagai skandal di lingkungan rumah ibadah juga disebut menjadi pendorong meningkatnya jumlah warga yang meninggalkan agama.

>>> Harga Perak Antam 16 Juni 2026 Anjlok Jadi Rp 46.600 per Gram

Survei demografi terbaru menunjukkan semakin banyak warga Swiss yang mengidentifikasi diri sebagai ateis. Pada 2022, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 34 persen populasi.