Harga emas dunia mencatat lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan Senin (15/6/2026) dan melanjutkan tren positif selama tiga hari berturut-turut.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot bertengger di posisi US$ 4.309,7 per troy ons.

>>> 10 Film Netflix Teratas Hari Ini Sabtu 21 Februari 2026

Angka ini melesat 2,08% dibandingkan penutupan akhir pekan lalu.

Dalam tiga hari perdagangan terakhir, harga emas telah terangkat hampir 6%.

Namun, pada perdagangan Rabu (16/6/2026) pagi, pergerakannya cenderung flat dengan kenaikan tipis 0,01% ke level US$ 4.310 per troy ons.

Harapan Damai AS-Iran Dorong Kenaikan

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mereda menjadi faktor utama pendorong laju harga emas. Harapan akan terciptanya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan semakin tinggi.

Kedua belah pihak dikabarkan akan menandatangani kesepakatan damai interim di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 pekan ini.

Poin penting perjanjian itu mencakup pembukaan jalur pelayaran Selat Hormuz dan pencabutan blokade pelabuhan Iran oleh AS.

Presiden AS Donald Trump menyebut banyak kapal sudah siap 'terisi dengan minyak' dan akan segera melintasi selat tersebut.

Kabar ini langsung memicu kejatuhan harga minyak mentah dunia, di mana harga minyak brent ditutup anjlok hampir 5% ke level US$ 83,17 per barel.

Stabilitas harga energi diproyeksikan menjauhkan ekonomi global dari ancaman inflasi tinggi. Situasi ini memberikan kelonggaran bagi bank sentral dunia untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga acuan.

Kenaikan suku bunga biasanya membuat kepemilikan emas kurang menguntungkan karena emas merupakan komoditas non-yielding asset.

Nicky Shiels, Head of Research and Metal Strategy di MKS PAMP SA, menilai harga emas masih terlalu murah.