"Bismillah, tahun ini. Kami tinggal perpanjang kontrak kerja yang lama.

Secara anggaran masih cukup. Targetnya, untuk menyelesaikan semuanya butuh waktu sekitar satu tahun," tutur Dody.

IPTC dibangun dengan anggaran Rp 421,9 miliar di lahan seluas lebih dari 80 ribu m² dengan total luas bangunan 34.346 m².

Fasilitas mencakup GOR 1 seluas 17.482 m² dan asrama seluas 16.864 m² yang terdiri dari 2 tower rumah susun 4 lantai dengan 188 kamar untuk 392 atlet.

Pusat pelatihan ini juga dilengkapi sarana berstandar internasional, seperti kolam renang utama, kolam pemanasan, kolam recovery, arena boccia, arena menembak, arena tenis meja dan wheelchair tenis meja, arena badminton, arena angkat besi, arena blind judo, ruang multifungsi, lapangan sepak bola, lintasan atletik 400 meter, lintasan lompat jauh, lintasan lompat tinggi, dan lintasan tolak peluru.

"Pembangunan fasilitas ini menjadi Kawah Candradimuka bagi atlet difabel Indonesia untuk mengembangkan kemampuan melalui latihan profesional.

>>> Daftar SUV Harga Rp 400 Jutaan untuk Liburan Sekolah

Dengan fasilitas lengkap dan terintegrasi, atlet dapat berlatih optimal sesuai standar kompetisi internasional," tutupnya.