Performa dan Fitur AI

Dapur pacu Vivo X Fold 6 ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 9500 Super Edition yang dirancang lewat kolaborasi bersama MediaTek.

Aspek kecerdasan buatan menjadi fokus utama dengan kehadiran sistem operasi OriginOS 6 Fold yang didesain khusus untuk perangkat lipat.

Sistem operasi ini membawa fitur Atomic Workbench versi terbaru yang memfasilitasi pengoperasian beberapa aplikasi sekaligus dalam satu layar besar.

>>> APC Easy UPS BVG900I-GR: Solusi Andal Lindungi Perangkat Elektronik UMKM dari Fluktuasi Listrik

Navigasi perpindahan antar-jendela aplikasi diklaim berjalan lebih instan dan efisien.

Fitur AI terintegrasi lainnya mencakup asisten produktivitas, manajemen tugas, hingga optimalisasi hasil jepretan kamera berbasis kecerdasan buatan.

Daya hidup perangkat disokong oleh baterai berkapasitas besar di kelasnya yang diperkirakan berkisar antara 6.900 mAh hingga 7.000 mAh.

Pasar Ponsel Lipat di Indonesia

Pasar smartphone lipat di Indonesia terus menunjukkan grafik pertumbuhan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi ini didorong oleh penetrasi produk baru dari berbagai merek global seperti Samsung, Oppo, Huawei, Honor, hingga Vivo.

Secara global, porsi pasar gawai lipat sebenarnya masih berada di bawah angka dua persen dari total pasar ponsel pintar dunia.

Kendati demikian, kategori ini tetap menjadi prioritas investasi para produsen karena menawarkan nilai jual serta margin keuntungan yang tinggi.

Samsung saat ini masih memimpin segmen pasar ponsel lipat di Indonesia lewat konsistensi lini Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip.

Kompetisi di pasar domestik semakin ketat setelah Oppo meluncurkan Find N Series secara resmi untuk konsumen Indonesia.

Langkah tersebut disusul oleh Honor yang merilis Magic V Series, sementara ekspansi Vivo di pasar global berpotensi menjangkau kawasan Asia Tenggara.

Meskipun tumbuh, penetrasi ponsel lipat di Indonesia masih membentur tantangan daya beli karena harga jual yang berkisar belasan hingga puluhan juta rupiah.

Pasar ponsel pintar di dalam negeri secara umum masih dikuasai oleh perangkat kelas entry-level dan menengah yang lebih ekonomis.

Berdasarkan data IDC, pasar smartphone Indonesia tumbuh 15,5 persen sepanjang 2024 dengan total volume pengiriman menyentuh hampir 40 juta unit.

>>> Dwayne Johnson Alami Epididimitis Usai Temukan Benjolan di Testis

Sektor pengiriman tersebut didominasi oleh kelas ultra low-end dan menengah, sehingga kategori ponsel lipat belum menjadi pasar massal di Indonesia.