>>> Presiden Jerman Melintas, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Macet Parah

Menghadirkan pacuan kuda sebagai sebuah sportainment experience modern yang memadukan olahraga, nilai budaya, dan hiburan modern seperti ini adalah upaya SARGA.

CO dalam membangkitkan kembali pacuan kuda di Indonesia dan membuatnya lebih relevan dan diminati oleh generasi sekarang,” kata Nugdha Achadie, Managing Director SARGA GROUP.

Pihak Kadipaten Pakualaman memberikan dukungan penuh terhadap ajang ini agar mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus pengembangan olahraga di wilayah Yogyakarta.

“Saya berharap Piala Paku Alam dapat berkembang menjadi ikon sportourism Yogyakarta, melahirkan ekosistem pacuan kuda yang semakin profesional, sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Sri Paduka Paku Alam X.

Pengembangan kompetisi pacuan kuda ini diarahkan untuk melibatkan berbagai elemen komunitas kreatif agar jangkauan pasar menjadi lebih luas.

“Berawal dari kolaborasi dengan komunitas Umamusume, kami membangun Indonesia’s Cos Race sebagai platform untuk melibatkan sebanyak mungkin komunitas cosplayer yang selama ini sudah banyak belajar dan memahami dunia berkuda, untuk menjadikan pacuan kuda semakin inklusif bagi generasi muda di Indonesia,” kata Kevin Jonathan, VP Marketing & Operations SARGA.

CO.

Gelaran ini terlaksana atas kerja sama antara SARGA. CO, PP PORDASI, dan Kadipaten Pakualaman untuk memperkuat ekosistem berkuda di tingkat nasional.

>>> Mahasiswa dari Sejumlah Kampus Gelar Aksi Demonstrasi di Jakarta, Soroti Ekonomi hingga RUU Polri

Rangkaian kompetisi IHR 2026 dijadwalkan berlanjut ke paruh musim berikutnya melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas I) Indonesia Derby di Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa, Pangandaran, Jawa Barat, pada Juli 2026.