Gairah sang pelatih didukung oleh generasi baru seperti Arda Guler dari Real Madrid dan Kenan Yildiz dari Juventus yang menjadi tumpuan serangan.

"Saya merasakannya lebih lagi karena bagi saya negara ini terasa seperti rumah adopsi dan gairah saya terhadap tim ini sangat besar," jelas Montella.

Di kubu lawan, Australia yang dilatih Tony Popovic membawa modal pertahanan kokoh setelah hanya kebobolan tujuh gol dari 10 laga di kualifikasi zona Asia.

Mereka mengandalkan keunggulan fisik dalam situasi bola mati.

Kapten Turki Hakan Calhanoglu menyadari ancaman dari postur pemain Australia namun tetap optimistis.

"Kami tahu Australia adalah tim yang kuat secara fisik dan berbahaya dalam situasi tendangan sudut maupun tendangan bebas.

Namun, saya pikir kami akan mendominasi pertandingan karena kami memiliki kualitas yang lebih baik dan tim yang lebih bertalenta," katanya.

>>> Kementerian PKP Terbitkan Aturan Baru Perkuat Tata Kelola Rumah Susun

Berdasarkan rekor pertemuan dari laman 11v11, Turki memenangi dua laga persahabatan melawan Australia pada Mei 2004 dengan skor 3-1 dan 1-0.