>>> Jadwal World Cup 2026: Tiga Laga Panas di Grup C, D, dan E pada 14 Juni

"Mi madre no empezó a manejar mi dinero después de casarme, sino que lo hacía desde siempre y así siguió funcionando," kata Achraf Hakimi dalam wawancara di kanal YouTube Anas Bukhash.

Hakimi menguraikan bahwa ibunya sudah mengelola pendapatannya sejak ia masih di bawah umur sewaktu merintis karier di akademi Real Madrid atas dasar kepercayaan keluarga.

"¿Por qué iba a cambiarlo?" ujarnya.

Pemain yang memiliki nilai pasar 82 juta euro tersebut juga menuduh balik bahwa laporan pidana yang diarahkan kepadanya merupakan sebuah upaya pemerasan finansial.

"Era solo una forma de chantajearme," ucapnya.

Di sisi lain, Hakimi menilai tuntutan yang diarahkan kepadanya saat ini merupakan upaya untuk memanfaatkan situasi finansialnya setelah ia tidak bisa mengelola uangnya sendiri saat masih di bawah umur.

"Desde pequeño he recibido dinero y yo no podía manejarlo al ser menor de edad, entonces era mi madre quien lo gestionaba," urai pemain PSG itu.

Mantan pelatih timnas Maroko, Walid Regragui, sebelumnya sempat memberikan penegasan mengenai posisi krusial sang kapten di dalam skuad terlepas dari kendala cedera engkel dan masalah hukumnya.

"Es el jugador más importante para mí," tegas Regragui.

Kini, jalannya kompetisi Grup C yang mempertemukan Maroko, Brasil, Haiti, dan Skotlandia tetap berjalan.

>>> Achraf Hakimi Hadapi Persidangan Kasus Pemerkosaan di Prancis

Sementara itu, Pengadilan Banding Versailles dijadwalkan mengumumkan keputusan resmi terkait kelanjutan memori banding Hakimi pada 19 Juni 2026.