Peningkatan antusiasme masyarakat pendukung Skuad Garuda dirasa mencapai titik tertinggi hingga memadati berbagai area publik di sekitar pusat kota Jakarta.

"Pada eranya Shin Tae-yong euforia terhadap timnas makin tinggi. Bahkan tinggi banget.

Sampai-sampai yang saya bilang tadi, pas final Piala AFF, sekitar Senayan, di FX, Senayan City, dan Plaza Indonesia sudah banyak orang yang mau nonton timnas," tukas Irlan Alarancia.

Fenomena dukungan ini juga merambah ke generasi muda yang mulai meramaikan tempat-tempat nonton bareng di kafe-kafe.

"Orang nongkrong di kafe-kafe hanya mau nonton bola. Kita lihat anak-anak muda yang yang culture-culture lah gitu ya pada jadi dadakan jadi penonton timnas," lanjutnya.

Alasan di Balik Pemilihan Shin Tae-yong

Selain faktor kedisiplinan dan kebugaran pemain, kesuksesan memunculkan talenta-talenta muda baru menjadi alasan kuat di balik ketertarikan manajemen Macan Kemayoran.

>>> Vincenzo Montella Waspadai Kekuatan Setara Kontestan Grup D Piala Dunia

"Saya kembali suka lagi dengan Timnas Indonesia, ya pas era Shin Tae-yong.

Seperti tadi saya billing, STY ini karakternya mampu membangun disiplin pemain, kebugaran pemain sama regenerasi pemain muda," tutur Irlan Alarancia.

Profil kepelatihan yang dibawa ke kubu Persija Jakarta kali ini dianggap memiliki kelas yang jauh berbeda dibandingkan dengan deretan juru taktik yang pernah menangani tim sebelumnya.

"Dan di era Shin Tae-yong, kita juga melihat pemain muda seperti Marselino Ferdinan, Rizky Ridho juga dikenal. Kemudian, mungkin kalau kita mau melihat kenapa Persija kontrak dia.

Wah ini, kalau yang saya selama jadi penonton atau pendukung Persija, baru kali ini pelatih yang dikontrak profilnya itu wah banget," lanjutnya.