Cara kerjanya adalah dengan menerima aliran listrik dari jaringan, kemudian menyesuaikan dan menyalurkan tegangan sesuai kebutuhan perangkat yang terhubung.

Meski demikian, stabilizer juga memiliki batas kemampuan. Jika terjadi lonjakan tegangan yang sangat tinggi, perangkat tersebut tetap berpotensi mengalami kerusakan.

Pilih Kapasitas Stabilizer yang Lebih Besar

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, kapasitas stabilizer sebaiknya tidak dipilih pas-pasan. Disarankan menggunakan stabilizer dengan kapasitas sekitar 25 persen lebih tinggi dibanding kebutuhan daya listrik di rumah.

Sebagai contoh, rumah dengan daya listrik 1.300 VA setidaknya membutuhkan stabilizer berkapasitas sekitar 1.625 VA. Perhitungan tersebut diperoleh dari penambahan 25 persen terhadap daya listrik yang tersedia.

Dengan kapasitas yang lebih longgar, stabilizer memiliki ruang kerja yang lebih aman ketika terjadi perubahan tegangan mendadak saat listrik padam maupun ketika pasokan kembali normal.