Kariernya di pemerintahan berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Duta Besar Thailand untuk Austria pada 2012 hingga 2014. Pada 2017, ia kemudian ditunjuk sebagai Duta Kehormatan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan.

Selain program rehabilitasi narapidana perempuan, Bajrakitiyabha juga terlibat dalam kampanye pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan peningkatan kondisi lembaga pemasyarakatan.

Upayanya turut berkaitan dengan lahirnya Bangkok Rules, pedoman Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perlakuan terhadap narapidana perempuan dan standar pemasyarakatan yang lebih manusiawi.

Dalam wawancara pada 2013, Bajrakitiyabha menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya hukum dan sistem peradilan bagi pembangunan negara.

"Masyarakat tidak dapat berkembang jika terdapat ketidakstabilan dan ketidakadilan," ujarnya.

"Tanpa supremasi hukum dan tanpa sistem peradilan yang baik, yang terjadi hanyalah kekacauan. Saya percaya supremasi hukum merupakan pilar penting bagi pembangunan, pertumbuhan ekonomi, dan tentu saja hak asasi manusia," tambahnya.

Kepergian Bajrakitiyabha menjadi duka bagi keluarga kerajaan Thailand. Ia meninggalkan kedua orang tuanya serta saudara-saudaranya.