Banyak ibu hamil meningkatkan ibadah selama kehamilan, salah satunya dengan membaca Surah Maryam. Tradisi muslim sering mengaitkan surah ini dengan harapan persalinan lancar dan anak saleh.

Pembacaan Surah Maryam, khususnya ayat 30-35, bertujuan mengharapkan keberkahan bagi diri dan janin.

>>> Cara Cek Desil DTSEN Juni 2026 Online Pakai NIK KTP

Namun, tidak ada hadis sahih yang secara spesifik menjanjikan bayi lahir rupawan atau memiliki sifat tertentu melalui amalan ini.

Seluruh ayat Al-Qur'an merupakan petunjuk, obat, dan rahmat. Allah berfirman dalam QS.

Al-Isra: 82 bahwa Al-Qur'an diturunkan sebagai penawar dan rahmat bagi orang beriman.

Para ulama menganjurkan ibu hamil meningkatkan intensitas membaca Al-Qur'an, termasuk Surah Maryam. Hal ini dilakukan tanpa meyakini keutamaan khusus yang tidak berdasar dalil sahih.

Cara Mengamalkan Surah Maryam Ayat 30-35

Membaca Al-Qur'an adalah amalan mulia yang dianjurkan bagi setiap Muslim, termasuk saat hamil. Ada beberapa metode mengamalkannya secara tepat.

Pertama, membacanya sebagai tilawah harian dengan niat ibadah kepada Allah. Rasulullah bersabda bahwa setiap huruf Al-Qur'an mendatangkan sepuluh kebaikan (HR.

Tirmidzi).

Kedua, memahami dan merenungkan maknanya. Generasi salaf selalu membaca Al-Qur'an sambil mentadabburi isinya.

Nilai Kandungan Ayat

Surah Maryam ayat 30-35 mengandung pelajaran tentang ketundukan Nabi Isa kepada Allah, urgensi salat dan zakat, serta berbakti kepada orang tua.

Nilai ini juga mencakup akhlak mulia dan keyakinan pada kekuasaan Allah.

Ibu hamil dapat menjadikan poin-poin kebaikan ini sebagai doa bagi masa depan anak. Setelah membaca ayat, ibu bisa memohon kehamilan sehat, persalinan selamat, dan keturunan bertakwa.

>>> Asing Borong Saham BBCA Rp387 Miliar saat IHSG Melemah