BYD belum menjual satu pun mobil di Kanada, namun perusahaan asal China itu sudah mulai membangun infrastruktur pengisian daya super cepat di negara tersebut.

Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya BYD ingin menguasai pasar kendaraan listrik (EV) Kanada.

>>> Diskon Maserati Grecale EV Capai Rp300 Juta, Tapi Masih Terasa Mahal

Teknologi Flash Charging BYD berdaya 1.500 kW diperkenalkan awal tahun ini.

Dengan baterai Blade generasi kedua dan arsitektur 1.000 volt, mobil BYD bisa menambah jarak tempuh 400 km hanya dalam 5 menit.

Kecepatan ini setara dengan waktu mengisi bensin di pompa tradisional.

Rekrutmen Manajer Bisnis Flash Charging

Pekan ini, BYD memasang iklan lowongan kerja di Toronto untuk posisi Flash Charging Business Development Manager.

Manajer tersebut akan bertugas menyusun model biaya dan keuntungan untuk teknologi Flash Charging di Kanada, serta mengembangkan mitra lokal untuk meningkatkan kapasitas jaringan listrik.

>>> Denza Z9 GT Bisa Drift Otomatis dengan Menggambar Bentuk di Layar

Mereka juga akan mengawasi operasional stasiun pengisian bersama para mitra.

Di China, BYD telah mengoperasikan lebih dari 6.400 stasiun Flash Charging yang tersebar di 319 kota.

Perusahaan juga berencana menghadirkan sekitar 3.000 stasiun serupa di Eropa pada akhir tahun depan, dengan investasi total sekitar US$2 miliar.

Jaringan Flash Charging juga akan diperluas ke Australia, Selandia Baru, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika.

Kecepatan pengisian yang sangat tinggi ini tidak hanya membuat pengisian daya EV secepat mengisi bensin, tetapi juga memungkinkan produsen mobil membuat baterai yang lebih kecil dan ringan.

>>> VW Hidupkan Kembali Nama Caravelle untuk Multivan, tapi Tak di Semua Negara

Dengan pengisian hanya beberapa menit, tidak perlu lagi baterai besar berkapasitas 400 mil atau lebih.