>>> Kart.inc Kirim Dua Pembalap Indonesia ke SWS International E-Finals 2026

Strategi bertahan dan serangan balik yang diterapkan Indonesia di babak kedua menghasilkan beberapa peluang emas di lini depan.

Namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat momentum tersebut terbuang.

"Tapi ketika kita mempunyai game plan seperti di laga ini bermain defence to counter, melakukan skema serangan balik, di babak kedua pun kita memiliki beberapa peluang yang sebenarnya sifatnya itu besar bisa dikonversi menjadi gol ya," sambung Rizal.

Kegagalan mengonversi peluang tersebut akhirnya berujung fatal. Pertahanan Indonesia lengah di menit-menit akhir laga menjelang peluit panjang berbunyi.

"Itulah yang terjadi kita tidak bisa memanfaatkan peluang tersebut dan akhirnya kita dihukum Australia dengan gol menit terakhir," kata Rizal.

Menurut Rizal, pertandingan semifinal ini menunjukkan bahwa kedua tim memiliki instruksi taktik yang jelas. Indonesia mengandalkan serangan balik cepat sementara Australia gigih membongkar ruang hingga fase akhir pertandingan.

"Jadi saya rasa ini kekalahan yang sifatnya kejam dan ketika kita tidak bisa memanfaatkan atau memaksimalkan peluang yang kita dapat kita bisa saja dihukum oleh tim lawan yang memiliki kemampuan dan membunuh kita di menit-menit akhir."

Kekalahan ini sekaligus memastikan langkah Australia ke partai puncak. Sementara Indonesia harus merelakan tiket final turnamen yang sebelumnya dikenal sebagai Piala AFF U-19 tersebut.

>>> Jumlah Investor Kripto di Indonesia Melonjak 50 Persen Capai 21,7 Juta Pengguna

"Itu yang dirasakan Timnas U19 Indonesia, 1 gol di menit akhir. Ini adalah kekalahan yang harus diterima meskipun terasa sakit," pungkas Rizal Pahlevi.