Kolaborasi ini memperkuat kemitraan strategis yang telah berjalan lebih dari sepuluh tahun.

Sinergi bersama ANTAM menjadi aspek penting bagi BSI dalam memastikan ketersediaan pasokan logam mulia sekaligus memperluas jangkauan distribusi kepada masyarakat.

Langkah strategis ini sejalan dengan upaya membangun ekosistem emas yang berkelanjutan. Kemitraan tersebut juga mendukung program pemerintah dalam mengoptimalkan monetisasi emas sebagai instrumen ekonomi.

BSI mencatat volume penyerapan yang besar terhadap produk ANTAM.

Sepanjang tahun 2025, bank syariah ini menyerap lebih dari 60 persen penjualan emas ANTAM pada kategori pihak berelasi, atau berkontribusi sekitar 11 persen dari total penjualan keseluruhan ANTAM.

Data volume penyerapan tersebut menegaskan peran krusial BSI dalam jalur distribusi emas nasional. Tingginya angka serapan tersebut merefleksikan permintaan investasi emas yang kuat di kalangan nasabah.

BSI dan ANTAM telah sepakat untuk memperluas cakupan kolaborasi mereka ke depan. Kerja sama nantinya tidak terbatas pada penyediaan fisik emas, melainkan menyasar pengembangan layanan digital dan retail.

Kedua perusahaan bersiap mengintegrasikan perdagangan fisik logam mulia ke dalam kanal digital. Transformasi ini disesuaikan dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan teknologi.

Rencana perluasan sinergi ini akan diikuti dengan program pemasaran bersama, peningkatan literasi keuangan, dan edukasi investasi. Program tersebut diarahkan untuk memperdalam pemahaman publik tentang manajemen keuangan jangka panjang.

Pertumbuhan bisnis cicil emas yang hampir mencapai 98 persen membuat BSI optimistis terhadap prospek sektor ini.

>>> Logitech Luncurkan Mobi Fold, Mouse Lipat Ultra-Portabel untuk Profesional Mobile

Melalui penetrasi digital dan kemitraan bersama ANTAM, BSI menargetkan perluasan basis nasabah dalam ekosistem emas.