Fasilitas cicil emas BSI saat ini digemari oleh berbagai kelompok usia. Berdasarkan data nasabah, pengguna layanan ini mencakup generasi Z, milenial, hingga kelompok baby boomers.

Daya tarik produk ini didukung oleh fleksibilitas yang ditawarkan kepada nasabah. Pihak bank memberikan kebebasan memilih jangka waktu pembiayaan serta menyesuaikan nilai angsuran dengan kemampuan finansial.

Ketersediaan pilihan produk seperti emas logam mulia ANTAM dan BSI Gold turut menjadi faktor penentu minat masyarakat.

BSI melihat pergeseran motivasi masyarakat dalam berinvestasi emas. Saat ini, kepemilikan logam mulia tidak lagi sekadar untuk mengejar keuntungan dari kenaikan harga semata.

Anton Sukarna memaparkan bahwa emas kini berfungsi sebagai instrumen perencanaan keuangan jangka panjang. Banyak kalangan memanfaatkan aset ini untuk menyiapkan dana pendidikan, biaya ibadah haji, hingga keperluan pernikahan.

>>> Pegadaian dan Bank Syariah Nasional Jalin Sinergi Pembiayaan Rp1,4 Triliun

Sifat emas yang likuid atau mudah dicairkan serta nilainya yang terjaga menjadi alasan utama bagi masyarakat yang ingin membangun aset secara bertahap.

BSI menyediakan pilihan gramasi yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Nasabah dapat memilih ukuran emas mulai dari 5 gram hingga 100 gram sesuai kapasitas finansial mereka.

Strategi penyediaan variasi gramasi ini bertujuan memperluas akses investasi emas syariah. Langkah tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memulai investasi tanpa hambatan modal besar.

Penguatan Ekosistem Emas Nasional

BSI juga mengambil peran strategis sebagai Bank Bulion demi memperkuat ekosistem emas nasional. Kebijakan ini diambil untuk mendorong integrasi industri emas di Indonesia secara menyeluruh.

Salah satu langkah konkretnya adalah memperdalam kerja sama pasokan stok emas dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM).