Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menyatakan bahwa alokasi tiket bagi pendukung mereka dicabut dan sejumlah staf pendukung tidak memperoleh visa.

Meskipun demikian, Giuliani menjamin seluruh staf pelatih utama tetap diizinkan masuk.

Giuliani mengakui adanya pembatasan bagi sejumlah pejabat lain dari Iran.

Pemerintah AS menyaring ketat kedatangan ini guna mengantisipasi masuknya individu yang bekerja atau berhubungan langsung dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

"Saya tidak bisa membahas detail kasusnya, tetapi ada beberapa orang yang mengaku sebagai pelatih, padahal mungkin sebenarnya bukan pelatih," kata Giuliani.

Presiden Donald Trump disebut ingin memastikan keadilan perlakuan bagi seluruh peserta, sekaligus membentengi wilayah domestik dari potensi ancaman luar.

Giuliani menegaskan bahwa saat ini tidak ada ancaman yang kredibel.

>>> Veda Ega Pratama Siap Bersaing dengan Pebalap Spanyol di Moto3

Guna menjamin keamanan total, komunitas intelijen AS telah melipatgandakan pengawasan secara signifikan. Giuliani menambahkan bahwa pengawasan akan terus dimonitor mulai sekarang sampai gol terakhir tercipta pada 19 Juli.