Ookla merilis analisis terbaru mengenai keandalan platform AI berdasarkan 3,72 juta laporan pengguna Downdetector.

Analisis ini menunjukkan bahwa permukaan risiko AI telah meluas secara signifikan seiring integrasi AI ke dalam alur kerja perusahaan dan konsumen.

>>> Jadwal MSC 2026 di Esports World Cup Resmi Rilis, Mulai 1 Juli 2026

Laporan oleh Luke Kehoe, Analis Industri Utama di Ookla, menemukan bahwa alat AI tidak lagi terbatas pada penggunaan percakapan singkat.

Platform seperti ChatGPT, Claude, Gemini, dan Microsoft Copilot kini digunakan secara luas untuk menulis, coding, riset, analitik, dan dukungan pelanggan.

Seiring adopsi yang meningkat, keandalan menjadi semakin kritis.

Gangguan singkat seperti kegagalan login, prompt yang terhenti, atau konektor yang rusak kini dapat mengganggu proses bisnis aktif, bukan hanya tugas yang terisolasi.

Metodologi Studi

Ookla menganalisis data Downdetector AS selama 471 hari, dari 1 Januari 2025 hingga 16 April 2026.

Platform yang dianalisis meliputi ChatGPT, Claude, Gemini, Microsoft Copilot, AWS, dan Microsoft Azure.

Dataset mencakup 3,72 juta insiden yang dilaporkan pengguna.

Hari gangguan sinyal tinggi didefinisikan sebagai hari ketika suatu layanan mencatat lebih dari 10 kali lipat volume laporan harian median selama periode studi.

Lonjakan Gangguan AI pada Q1 2026

Ketidakstabilan platform AI meningkat tajam di seluruh layanan utama.

Pada Q1 2025 tercatat 6 hari gangguan sinyal tinggi, naik menjadi 16 hari pada Q4 2025, dan melonjak menjadi 51 hari pada Q1 2026.

Rincian Q1 2026 menunjukkan Claude mendominasi dengan 39 hari gangguan, diikuti Gemini 7 hari, Copilot 3 hari, dan ChatGPT 2 hari.

Kenaikan ini mencerminkan peningkatan intensitas beban kerja dan integrasi AI yang lebih dalam ke dalam alur kerja sehari-hari.