Seorang pengguna iPhone di Indonesia melaporkan adanya aktivitas mencurigakan pada aplikasi Foto setelah ponselnya selesai diservis baterai di gerai resmi Apple.

Saat memeriksa Screen Time, ia mendapati aplikasi Foto telah dibuka sebanyak empat kali selama perangkat berada di tangan teknisi.

>>> Persona 4 Revival Resmi Diumumkan, Rilis Februari 2027

Meski belum tentu ada pencurian data, kejadian ini membuatnya merasa privasinya terancam.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya mengaktifkan fitur keamanan khusus sebelum menyerahkan ponsel ke pusat servis.

Di iPhone, fitur tersebut bernama Repair State, sedangkan di beberapa ponsel Android tersedia Maintenance Mode.

Mengapa Perlu Mengaktifkan Mode Servis?

Teknisi memang memerlukan akses tertentu untuk menjalankan diagnosis perangkat.

Namun, pengguna tetap berhak melindungi data pribadi seperti foto, video, dokumen, riwayat percakapan, hingga data perbankan dan email.

Fitur Repair State dan Maintenance Mode dirancang agar teknisi dapat memeriksa perangkat tanpa bebas mengakses seluruh data pengguna.

Cara Mengaktifkan Repair State di iPhone

Repair State adalah fitur keamanan Apple yang memungkinkan perangkat tetap terhubung ke akun Apple ID selama proses servis.

Berikut langkah-langkah mengaktifkannya:

Buka Settings (Pengaturan), lalu ketuk nama Apple ID di bagian atas.

>>> 5 Tablet Snapdragon Termurah Juni 2026 untuk Produktivitas

Pilih Find My, lalu masuk ke Find My iPhone.

Ikuti petunjuk untuk menempatkan perangkat ke status Repair State atau Prepare for Repair.

Verifikasi menggunakan password Apple ID atau metode keamanan lain yang diminta. Setelah aktif, iPhone siap diserahkan ke pusat servis.

Cara Mengaktifkan Maintenance Mode di Android

Maintenance Mode tersedia pada sejumlah ponsel Android, terutama Samsung Galaxy generasi terbaru. Fitur ini membuat perangkat masuk ke lingkungan sementara yang terpisah dari data pribadi.