FIFA menawarkan pengalaman baru bagi suporter Piala Dunia 2026 melalui program berbayar bernama Super Shoutout. Program ini memungkinkan nama penggemar tampil di layar stadion sebelum pertandingan dimulai.

Biaya yang ditetapkan sebesar 79 dolar AS atau sekitar Rp 1,4 juta per slot, belum termasuk pajak.

>>> IHSG Melonjak 3,26% ke 5.933, BBCA, BRPT, dan DSSA Jadi Pendorong

Suporter dapat membeli hingga empat slot per transaksi, sehingga total biaya maksimal mencapai 316 dolar AS atau sekitar Rp 5,6 juta.

Seluruh 72 pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 masuk dalam daftar opsi. Penggemar bisa memilih laga yang diinginkan dan jumlah slot yang dibeli.

Aturan dan Ketentuan Super Shoutout

Meski promosi FIFA menyebut nama suporter akan tampil "pada momen yang tepat di pertandingan", aturan tertulis menyatakan bahwa Super Shoutout hanya ditayangkan sebelum pertandingan (pregame) dan tidak muncul saat laga berlangsung.

Waktu kemunculan nama tidak bisa dipilih pembeli. Penempatan dan durasi tayangan tidak dijamin karena bergantung pada keputusan penyelenggara.

Program ini menggunakan sistem first come, first served. Slot diberikan berdasarkan siapa yang lebih dulu memesan.

>>> Kemenperin Targetkan Porsi Ekspor Manufaktur Naik Jadi 30%

FIFA menegaskan bahwa program ini hanya untuk pengalaman di dalam stadion. Penayangan nama tidak dijamin terlihat oleh seluruh penonton atau masuk dalam siaran televisi maupun platform digital.

Nama yang diajukan akan melalui proses penyaringan untuk mencegah penggunaan kata-kata tidak pantas sebelum disetujui.

Kebijakan berbayar ini muncul di tengah sorotan terhadap harga layanan dan tiket Piala Dunia 2026 yang dinilai tinggi.

Sebelumnya, FIFA mendapat kritik dari kelompok suporter dan organisasi sepak bola terkait harga tiket yang dianggap terlalu mahal.

FIFA beralasan bahwa harga tersebut mencerminkan pasar di Amerika Utara dan akan digunakan untuk pengembangan sepak bola global.

>>> Muhammadiyah Jelaskan Syarat Salat Jamak, Qashar, dan Jamak Qashar

Beberapa kebijakan stadion lain, termasuk aturan barang bawaan, juga sempat menuai perhatian dan kemudian direvisi.