"Target kami dari awal memang harus lolos menuju The National.

Namun, kami juga menyadari mendatang lawan-lawannya cukup berat, terutama dari regional Jakarta karena mereka solid dan kuat secara mental," ungkap Tidaryanto.

Sebagai langkah persiapan, intensitas latihan fisik pemain akan ditingkatkan demi meredam strategi permainan cepat lawan. Selain itu, tim juga mengagendakan pertandingan uji coba dengan klub lokal.

"Persiapan kami berlatih lebih intens dan terutama segi fisik agar tidak kewalahan menghadapi permainan mereka yang cepat.

>>> Veda Ega Pratama Finis Keempat di Moto3 GP Prancis 2026

Kami juga akan mencari sparing partner dari klub di Samarinda untuk memaksimalkan persiapan," lanjut Tidaryanto.

Kompetisi yang Ketat

Ketatnya persaingan sepanjang kompetisi di Samarinda turut diakui oleh CEO Campus League, Ryan Gozali. Menurutnya, format setengah kompetisi memaksa setiap perguruan tinggi tampil habis-habisan di setiap laga.

"Walaupun peserta regional Samarinda tidak sebanyak dua regional sebelumnya, atmosfer pertandingan tetap berlangsung panas dan kompetitif, karena setiap harinya menjadi laga penentuan untuk mengamankan posisi di klasemen," tutur Ryan.

Pihak penyelenggara menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan wadah kompetisi profesional bagi para atlet mahasiswa di daerah. Upaya ini ditujukan agar olahraga di lingkup kampus dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Semangat seperti inilah yang ingin terus dibangun oleh Campus League sebagai wadah bagi student-athlete di berbagai daerah Indonesia untuk berkembang dan berprestasi, tidak hanya secara akademik tetapi juga non-akademik."

"Melalui tagline #GreatnessStartsHere, kami ingin menunjukkan bahwa campus sports bisa menjadi masa depan, bukan sekadar hobi," lanjut Ryan.

Dukungan terhadap keberlanjutan kompetisi basket antarkampus di Kalimantan Timur ini juga disampaikan oleh Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin.