Nama besar seperti Kylian Mbappe tetap menjadi tumpuan utama, didukung oleh Ousmane Dembele dan Michael Olise.

Keunggulan Perancis terletak pada kombinasi pengalaman dan pemain muda. Mereka juga punya fleksibilitas taktik tinggi dan sangat berbahaya dalam skema serangan balik cepat.

Pelatih Didier Deschamps sudah memastikan turnamen ini akan menjadi yang terakhir baginya bersama Les Bleus.

Argentina: Juara Bertahan yang Masih Lapar

Status juara bertahan membuat Argentina tetap menjadi kandidat kuat. Setelah menjuarai Piala Dunia 2022, Argentina juga sukses memenangkan Copa América 2024 dan mendominasi kualifikasi Amerika Selatan.

>>> Bupati Luwu Buka Akademi MATAPPA untuk Cetak Tenaga Kerja Kompeten

Kekuatan mereka terletak pada intensitas permainan dan kekompakan tim yang sangat solid. Di bawah asuhan Lionel Scaloni, Argentina tetap menjadi tim yang sangat disiplin dan fleksibel secara taktik.

Sosok Lionel Messi masih menjadi ikon utama.

Meski sudah berusia 38 tahun, Messi tetap menjadi pembeda, didukung oleh pemain seperti Emiliano Martinez, Cristian Romero, serta duet lini depan Julián Álvarez dan Lautaro Martinez.

Portugal: Generasi Emas yang Siap Meledak

Portugal disebut sebagai salah satu tim yang berpotensi mengejutkan. Mereka menjuarai UEFA Nations League 2025 dan lolos dengan nyaman ke Piala Dunia.

Meski sudah berusia 41 tahun, Cristiano Ronaldo masih menjadi figur sentral. Ia tetap punya insting gol tajam dan pengalaman luar biasa di panggung besar.

Portugal juga diperkuat gelandang kreatif seperti Bruno Fernandes, Bernardo Silva, serta pemain muda seperti Vitinha. Kombinasi ini membuat Portugal disebut memiliki salah satu skuad paling komplet di turnamen.

Inggris: Talenta Besar, Beban Ekspektasi

Timnas Inggris selalu masuk daftar kandidat juara setiap edisi Piala Dunia, meski sering gagal memenuhi ekspektasi.