New York Knicks meraih keunggulan 2-0 atas San Antonio Spurs di Final NBA 2026 berkat performa gemilang Karl-Anthony Towns.

Pebasket berstatus enam kali All-Star itu mendominasi lini dalam melawan Victor Wembanyama.

>>> San Antonio Spurs Ungguli New York Knicks pada Kuarter Keempat

Towns mencatat rata-rata 20 poin dan 13 rebound dalam dua gim pertama. Akurasi tembakannya mencapai 56 persen dari lapangan dan 43 persen dari garis tiga angka.

Knicks kini hanya berjarak dua kemenangan lagi dari gelar juara NBA pertama mereka dalam lebih dari setengah abad.

Kontribusi besar Towns menjadi kunci keberhasilan tim.

Masalah Produktivitas Spurs

San Antonio Spurs mengalami kesulitan dalam produktivitas poin. Efisiensi serangan mereka hanya 100,5 poin per 100 penguasaan bola pada babak final ini.

Pelatih Spurs Mitch Johnson menyoroti performa Wembanyama yang hanya melepaskan empat tembakan pada paruh pertama gim kedua. Ia menyebut situasi itu "not acceptable".

Johnson juga menyoroti tingginya angka turnover saat transisi cepat. "Sometimes the result cannot be as consistent as you want," ujarnya.

>>> San Antonio Spurs Ungguli New York Knicks di Kuarter Keempat Final NBA

Ia menambahkan bahwa hilangnya momentum sering terjadi akibat kegagalan penyelesaian akhir yang berujung serangan balik lawan.

"Going from looking like we’re probably getting a bucket to giving up a bucket," kata Johnson.

Pertahanan Knicks yang dikomandoi OG Anunoby berhasil menutup ruang gerak di area perimeter dalam. Hal ini menyulitkan umpan lambung menuju Wembanyama.

Johnson mengakui ada momen ketika Wembanyama terbuka di area cat, tetapi rekan setimnya gagal memberikan bola.

"There are times I think when he was open on rolls or around the paint, and his teammates got to give him the ball," ujarnya.

>>> Final NBA 2026: Knicks Jamu Spurs di Madison Square Garden, Pengamanan Diperketat

Pemain belakang Spurs De'Aaron Fox menekankan perlunya perubahan strategi. "For us, we got to try to find a way to get easy baskets," katanya.