"Mereka menampilkan banyak ide. Gaya mereka lebih langsung dan lebih cepat dari sebelumnya," tutur Shao Jiayi.

Mengenai kebijakan rotasi pemain akibat jadwal perjalanan yang padat, Shao Jiayi menyatakan bahwa eksperimen taktik tidak akan mengorbankan target kemenangan.

"Saya tidak berpikir kedua hal itu saling bertentangan. Setiap orang yang bisa masuk timnas memiliki kemampuan untuk menjadi starter.

Bagi saya, tidak ada laga persahabatan untuk timnas. Setiap pertandingan penting," tegasnya.

Shao Jiayi juga memberikan pujian terhadap sikap para pemain muda yang dipanggil berdasarkan performa mereka di Liga Super China, sambil mengingatkan mereka untuk tetap rendah hati.

>>> Empat Pemain Veteran Siap Pecahkan Rekor Usia di Piala Dunia 2026

Terkait gol yang bersarang di gawang timnya saat melawan Singapura, Shao Jiayi menerima tanggung jawab penuh dan menyatakan tim pelatih telah melakukan evaluasi mendalam.

"Kami membuat ringkasan yang sangat baik setelah pertandingan terakhir.

Gol yang kami kebobolan terjadi karena persyaratan staf pelatih tidak cukup detail dan kami belum mempertimbangkan beberapa kesulitan dengan hati-hati," aku Shao Jiayi.

Guna mempercepat adaptasi taktik, tim pelatih China meningkatkan repetisi latihan baik melalui simulasi di lapangan maupun analisis video pertandingan.

Di kubu lawan, pelatih kepala Thailand, Anthony Hudson, mengakui tantangan berat yang dihadapi timnya setelah hasil undian Piala Asia AFC 2027 menempatkan Thailand di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Indonesia.

"Sebelum undian, semua orang berharap kami mendapat grup yang mudah. Tapi kami mendapat lawan yang sangat kuat, terutama Qatar dan Jepang.

Namun, apa pun bisa terjadi di sepak bola. Yang terpenting adalah memulai persiapan dengan benar dari kamp ini," ungkap Anthony Hudson.