"Mereka menampilkan banyak ide. Gaya mereka lebih langsung dan lebih cepat dari sebelumnya," tutur Shao Jiayi.

Mengenai kebijakan rotasi pemain akibat jadwal perjalanan yang padat, Shao Jiayi menyatakan bahwa eksperimen taktik tidak akan mengorbankan target kemenangan.

"Saya tidak berpikir kedua hal itu saling bertentangan. Setiap orang yang bisa masuk tim nasional memiliki kemampuan untuk menjadi starter.

Bagi saya, tidak ada pertandingan persahabatan untuk tim nasional. Setiap pertandingan itu penting," tegas Shao Jiayi.

Shao Jiayi juga memberikan pujian terhadap sikap para pemain muda yang dipanggil berdasarkan performa mereka di Liga Super China, sambil mengingatkan mereka untuk tetap rendah hati.

Terkait gol yang bersarang di gawang timnya saat melawan Singapura, Shao Jiayi menerima tanggung jawab penuh dan menyatakan tim pelatih telah melakukan evaluasi mendalam.

>>> Timnas China Tantang Thailand di Zhejiang, Incar Hentikan Rekor Tak Terkalahkan

"Kami membuat ringkasan yang sangat baik setelah pertandingan terakhir.

Gol yang kami kebobolan terjadi karena persyaratan staf pelatih tidak cukup detail dan kami belum mempertimbangkan beberapa kesulitan dengan cukup hati-hati," aku Shao Jiayi.

Guna mempercepat adaptasi taktik, tim pelatih China meningkatkan repetisi latihan baik melalui simulasi di lapangan maupun analisis video pertandingan.

"Harapan kami adalah para pemain dapat menyerap ide-ide staf pelatih secepat mungkin.

Ada kesulitan, tetapi saya percaya dengan lebih banyak waktu dan pengulangan, mereka dapat sepenuhnya mencapainya dan bermain lebih kompak," pungkas Shao Jiayi.

Persiapan Thailand

Di kubu lawan, pelatih kepala Thailand, Anthony Hudson, mengakui tantangan berat yang dihadapi timnya setelah hasil undian Piala Asia AFC 2027 menempatkan Thailand di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Indonesia.