Tim nasional sepak bola China bermain imbang tanpa gol melawan Thailand dalam pertandingan persahabatan internasional di Stadion Jinhua Sports Centre, Provinsi Zhejiang, pada Selasa, 9 Juni 2026.

Laga ini menjadi kandang perdana bagi pelatih kepala China, Shao Jiayi, yang tengah mematangkan taktik menjelang Piala Asia 2027.

>>> Prancis dan Belanda Jalani Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026

Berdasarkan peringkat FIFA terbaru, Thailand berada di posisi ke-93 dunia, sementara China tepat di bawahnya di peringkat ke-94.

Fokus Pemulihan Fisik

Shao Jiayi memfokuskan program tim pada pemulihan kebugaran fisik pemain setelah perjalanan udara dari Singapura, di mana China menang tipis 2-1 pada hari Jumat sebelumnya.

"Tim baru kembali dari Singapura kemarin. Setelah laga tandang, beberapa hari ini terutama untuk pemulihan dan penyesuaian," kata Shao Jiayi.

Ia berharap anak asuhnya segera mencapai kondisi terbaik untuk menyajikan tontonan berkualitas bagi publik sepak bola di Jinhua dan seluruh negeri.

Stabilitas performa dan konsistensi hasil akhir menjadi target jangka panjang yang dibidik mantan pemain internasional China tersebut.

"Saya berharap tim bisa menjadi lebih baik dan lebih stabil. Itu yang saya kejar," ucap Shao Jiayi.

Menurutnya, kematangan sebuah tim sepak bola tercermin dari stabilitas performa yang konsisten di atas lapangan.

Kekuatan Thailand Diakui

Shao Jiayi menilai skuad Gajah Perang memiliki ketangguhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan Singapura.

"Kekuatan Thailand pasti lebih besar dari Singapura. Untuk waktu yang lama, kami tidak memiliki banyak keunggulan dalam pertandingan melawan mereka.

Besok akan menjadi pertandingan yang intens," sebut Shao Jiayi.

Tim pelatih China memberikan perhatian khusus pada perubahan gaya bermain Thailand yang kini lebih agresif, langsung, dan cepat berdasarkan analisis laga kontra Kuwait.