Rupiah Menguat ke Rp 18.058 Setelah BI Naikkan Suku Bunga
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat signifikan pada perdagangan Selasa (9/6/2026).
Apresiasi ini dipicu oleh reaksi positif pasar setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.
>>> Roberto Martinez Kecewa Rafael Leao Dapat Kartu Merah Lawan Chile
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,72% ke level Rp 18.058 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 18.188.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI juga membaik ke Rp 18.141 dari Rp 18.171 per dolar AS.
Daya Tarik Aset Domestik Meningkat
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman, menjelaskan bahwa kebijakan moneter ini meningkatkan daya tarik aset domestik.
Penguatan rupiah juga disokong intervensi bank sentral di pasar valuta asing dan masuknya kembali modal asing ke pasar keuangan domestik.
"Kenaikan suku bunga tersebut meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik dan memberikan sinyal kuat bahwa otoritas moneter berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tingginya gejolak global," ujar Rizal kepada Kontan.
>>> ASDP Kumpulkan 13 Ton Sampah Laut dalam Ocean Clean Up Day 2026
Meskipun demikian, Rizal melihat penguatan ini cenderung bersifat jangka pendek akibat kebijakan moneter ketat, bukan karena perbaikan fundamental ekonomi yang permanen.
Risiko volatilitas dinilai masih tinggi selama tekanan eksternal serta tantangan domestik seperti risiko fiskal dan kebutuhan pembiayaan pemerintah terus berlanjut.
"Keberlanjutan penguatan rupiah sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah dan Bank Indonesia dalam memperkuat fundamental ekonomi, menjaga kredibilitas kebijakan, dan memulihkan kepercayaan investor secara berkelanjutan, bukan hanya melalui kenaikan suku bunga," kata Rizal.
Untuk perdagangan Rabu (10/6/2026), pergerakan rupiah diproyeksikan fluktuatif pada kisaran Rp 17.980 hingga Rp 18.120 per dolar AS.
>>> Cara Aktifkan TikTok Paylater 2026 Lebih Praktis dan Cepat
Pelaku pasar diprediksi akan terus memantau dampak lanjutan kebijakan BI Rate serta dinamika eksternal, termasuk konflik geopolitik di Timur Tengah dan pergerakan indeks dolar AS.
Update Terbaru
Australia Tekuk Kamboja 2-0, Tantang Indonesia di Semifinal Piala AFF U-19
Selasa / 09-06-2026, 22:50 WIB
Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0 di Garuda Championship Series
Selasa / 09-06-2026, 22:49 WIB
San Antonio Spurs Tekuk New York Knicks di Final NBA 2026
Selasa / 09-06-2026, 22:33 WIB
iNews Siarkan Langsung Spanyol vs Peru, Laga Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026
Selasa / 09-06-2026, 22:33 WIB
iNews Siarkan Langsung Spanyol vs Peru, Laga Uji Coba Piala Dunia 2026
Selasa / 09-06-2026, 22:32 WIB
Bangun dan Kelola Baratie Sendiri di ONE PIECE: Grand Gourmet
Selasa / 09-06-2026, 22:32 WIB
Chrysler Imbau Pemilik Pacifica Hybrid Berhenti Mengisi Daya dan Parkir di Luar Akibat Risiko Kebakaran Baterai
Selasa / 09-06-2026, 22:32 WIB
Tajikistan Turunkan Tim Terbaik Lawan India di Laga Uji Coba
Selasa / 09-06-2026, 22:32 WIB
Timnas Indonesia Taklukan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
Selasa / 09-06-2026, 22:32 WIB
Summarecon Agung Catat Marketing Sales Rp1,2 Triliun pada Kuartal I-2026
Selasa / 09-06-2026, 22:32 WIB
Warga Puebla Padati Estadio Cuauhtemoc Sambut Laga Spanyol Lawan Peru
Selasa / 09-06-2026, 22:31 WIB
Warga Puebla Padati Estadio Cuauhtemoc Sambut Laga Spanyol Lawan Peru
Selasa / 09-06-2026, 22:31 WIB
TVRI Resmi Tayangkan Seluruh Laga Piala Dunia 2026 Gratis
Selasa / 09-06-2026, 22:30 WIB
TVRI Resmi Tayangkan Seluruh Laga Piala Dunia 2026 Gratis
Selasa / 09-06-2026, 22:30 WIB






