Pengamat sepak bola regional, Raja Isa Raja Akram Syah, mengkritik keras aksi tidak sportif yang diperlihatkan pemain Timnas Vietnam U-19 saat berhadapan dengan Timnas Indonesia U-19.

Kekalahan Vietnam dengan skor 1-2 dari skuad Garuda Muda memicu sorotan tajam.

>>> Mourinho dan Perez Bahas Masa Depan Tiga Pemain Real Madrid

Taktik kasar dan sandiwara di lapangan dinilai telah menjadi karakter yang melekat pada tim mereka di berbagai kelompok umur.

Mantan pelatih PSM Makassar dan Persipura Jayapura tersebut mengaitkan kemunculan karakter bermain ini dengan masa kepemimpinan mantan pelatih mereka sebelumnya.

"Trik pemain Vietnam ini mulai muncul saat dilatih Park Hang-seo. Mereka seolah menghalalkan segala cara untuk memenangkan pertandingan.

Meskipun pemain harus bermain kasar hingga sengaja untuk mencederai lawan," kata Raja Isa.

Pria berdarah keturunan Bugis ini mengibaratkan bahwa pola pikir para pemain Vietnam dibentuk sedemikian rupa demi mengamankan hasil akhir tanpa memedulikan estetika sepak bola.

"Apa pun mereka lakukan untuk menang. Vietnam memakai taktik sandiwara itu untuk membangun sepakbolanya.

Meskipun cara ini tak disukai lawan," cetusnya.

Kebiasaan buruk ini disayangkan oleh Raja Isa mengingat para pemain dari negara tersebut sebenarnya memiliki kemampuan individu yang mumpuni.

>>> Hansi Flick Tetap Dampingi Barcelona dalam ElClasico Pascawafat Ayahnya

"Berapa pemain Indonesia telah jadi korban keganasan pemain Vietnam? Evan Dimas pernah mengalaminya di SEA Games.

Pemain Vietnam punya kualitas, mereka tak perlu lagi bermain nakal," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa upaya memprovokasi lawan sebenarnya merupakan hal yang lumrah dalam pertandingan, asalkan tetap menjaga nilai-nilai olahraga.

"Boleh saja memancing emosi lawan, tapi harus dalam koridor sportivitas. Nah, di sini seharusnya semua elemen Timnas Indonesia U-19 mengantisipasi jika bertemu Vietnam.

Saya lihat kemarin emosi mereka terpancing juga," ujarnya.

Raja Isa menegaskan bahwa penerapan regulasi baru dari induk organisasi sepak bola dunia akan menjadi bumerang bagi tim yang sering bersandiwara.

"Aturan baru FIFA melarang pemain mengulur waktu dengan drama. Jika Vietnam tak berubah, akan merugikan mereka sendiri.

>>> Eurovision Sport Ekspansi ke Platform FAST di Inggris Raya

Timnas Indonesia U-19 tidak perlu memikirkan perilaku Vietnam. Mereka harus cool dan fokus pada permainan," tutur Raja Isa.