Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menekankan pentingnya efisiensi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Langkah ini dinilai krusial di tengah tekanan ekonomi global dan domestik. Pemerintah dituntut menunjukkan disiplin fiskal serta efektivitas penggunaan anggaran negara.

>>> TOP 1 Indonesia dan Citilink Gelar Program Edukasi di Pesawat

Anggota DEN Chatib Basri mengatakan kepercayaan dari para pelaku pasar merupakan aspek utama dalam menjaga stabilitas sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi.

"Salah satunya adalah langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran termasuk salah satu diantaranya di dalam kaitan dengan MBG," kata Chatib Basri.

Keberhasilan dalam mengefisiensikan anggaran diyakini bakal memberikan sinyal positif bagi pasar. Pemerintah membuktikan kapabilitasnya dalam mempertahankan kualitas belanja negara di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan.

Perbaikan tata kelola program ini juga menjadi perhatian serius dari pimpinan lembaga. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pihak internal untuk turun tangan langsung dalam mengoptimalkan program tersebut.

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, "Saya pikir tinggal kita tata dengan baik agar efisien, sekarang anggaran cukup efisien kalau targeted semua saya kira akan lebih efisien lagi ke depan."

Berdasarkan kajian mendalam, program MBG terbukti memberikan dampak ganda yang signifikan.

Selain memperbaiki pemenuhan gizi anak-anak, inisiatif ini berhasil menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui pembentukan rantai pasok baru di tingkat lokal.

Otoritas terkait telah menerjunkan tim guna mengambil data langsung dari ratusan titik fasilitas penyedia gizi secara acak di Indonesia.

Hasilnya menunjukkan keterlibatan masif dari sektor usaha setempat.

>>> Hankook Tire Indonesia Tanam Ribuan Mangrove di Muara Gembong