"Ketika pasar sedang sulit menghasilkan capital gain dalam jangka pendek, investor setidaknya masih memperoleh cash return melalui dividen sambil mengakumulasi saham berkualitas pada valuasi yang lebih murah," jelasnya.

Liza berharap sebagian besar saham blue chip dengan fundamental yang kuat saat ini sudah berada di area yang mendekati fair value bahkan undervalued sehingga downside risk terbatas.

"Artinya, downside risk relatif semakin terbatas sementara potensi upside dalam jangka menengah bisa menjadi cukup menarik apabila stabilitas Rupiah, arus modal asing, dan sentimen pasar mulai membaik," katanya.

Menurut Liza, pembagian dividen saat ini bukan sekadar 'hiburan' melainkan dapat menjadi bagian dari strategi membangun posisi untuk menghadapi fase pemulihan berikutnya.

Kiwoom Sekuritas lebih menyukai saham BBRI, BBCA, INCO, dan MEDC.

BBCA baru saja mengumumkan pembagian dividen interim pertama tahun buku 2026 sebesar Rp2,45 triliun atau Rp20 per saham.

Pembagian dividen interim ini merupakan bagian skema baru BBCA yang membagikan dividen secara kuartalan.

>>> China Siapkan Investasi 2 Triliun Yuan untuk Jaringan Pusat Data AI

INCO juga akan membagikan dividen tunai dari laba tahun buku 2025 sebesar US$45,5 juta, sehingga investor akan memperoleh dividen sekitar Rp77,64 setiap sahamnya.