Abadi Lestari Indonesia Absen Bagikan Dividen Laba Buku 2025
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2025.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin, 8 Juni 2026.
>>> Penjualan Emiten Migas Bakrie ENRG Tumbuh 17 Persen pada Kuartal I-2026
RUPST tersebut merupakan yang pertama bagi emiten ini setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Desember 2025.
Perusahaan memilih mengalokasikan keuntungan untuk memperkuat dana internal.
Pemegang saham menyepakati laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 40,98 miliar ditempatkan sebagai cadangan umum senilai Rp 9,375 miliar.
Sisa keuntungan Rp 31,61 miliar akan disimpan sebagai laba ditahan.
Keputusan menahan dividen tunai didasari pertimbangan penguatan struktur permodalan perusahaan. Langkah ini juga untuk menyokong pertumbuhan usaha pasca-pencatatan saham di BEI.
Sepanjang tahun lalu, RLCO membukukan penjualan Rp 635,17 miliar, tumbuh 19,76% dari tahun sebelumnya yang Rp 530,38 miliar.
Laba tahun berjalan melonjak 325,48% menjadi Rp 40,98 miliar dibandingkan tahun 2024 yang Rp 9,63 miliar.
>>> Timnas Indonesia Waspadai Gaya Unik Mozambik di FIFA Matchday
“Capaian tersebut menunjukkan efektivitas strategi usaha yang dijalankan perseroan sepanjang tahun lalu, didukung oleh pertumbuhan penjualan dan peningkatan profitabilitas,” ujar Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata.
Mengenai dana hasil IPO, RLCO melaporkan perolehan bersih Rp 100,23 miliar. Realisasi pemakaian dana modal baru mencapai Rp 10 miliar per akhir Desember 2025.
“Sisa dana Rp 90,23 miliar akan digunakan secara bertahap sesuai rencana penggunaan dana yang tercantum dalam prospektus,” kata Edwin.
Memasuki tahun buku 2026, perseroan menargetkan penjualan sekitar Rp 716 miliar, tumbuh 12,8% dari realisasi 2025. Laba tahun berjalan diproyeksikan naik sekitar 9% menjadi Rp 45 miliar.
Direktur RLCO, Dwiadi Prastian Hadi mengatakan, perseroan akan fokus pada optimalisasi pasar, pengembangan produk bernilai tambah, dan peningkatan efisiensi.
Manajemen berkomitmen menjaga kualitas ekspansi dengan memperkokoh kinerja operasional.
>>> John Herdman Fokus Bangun Chemistry Timnas Indonesia Lawan Mozambik
“Kami berkomitmen menjalankan strategi pertumbuhan berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan posisi keuangan, serta penciptaan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan,” ujar Dwiadi.
Update Terbaru
IHSG 9 Juni 2026 Melesat 7,52% ke Level 5.746
Selasa / 09-06-2026, 16:49 WIB
Bursa Kripto CFX Luncurkan Indeks CFX10 untuk Acuan Pasar Indonesia
Selasa / 09-06-2026, 16:49 WIB
ESDM Revisi RUPTL untuk Akomodasi Target PLTS 100 GW Prabowo
Selasa / 09-06-2026, 16:48 WIB
Tasya Kamila Terapkan Aktivitas Fisik Lima Jam untuk Anak
Selasa / 09-06-2026, 16:48 WIB
Bank Sinarmas Luncurkan Reksa Dana STAR Fixed Income 4 Kelas Utama
Selasa / 09-06-2026, 16:48 WIB
Banggar DPR Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp 17.500 dalam Tiga Pekan
Selasa / 09-06-2026, 16:48 WIB
Erlangga Luncurkan Buku Next Gen Choice untuk Dukung Kurikulum Merdeka
Selasa / 09-06-2026, 16:44 WIB
Samira Farahnaz Pertanyakan Transparansi Kasus Richard Lee ke Polda Metro
Selasa / 09-06-2026, 16:44 WIB
Indeks Bisnis-27 Melonjak 8,24 Persen Didorong Reli Saham Unggulan
Selasa / 09-06-2026, 16:44 WIB
5 Makanan dan Minuman Populer yang Tercipta Tanpa Sengaja
Selasa / 09-06-2026, 16:39 WIB
Talay Riley, Penulis Lagu Dua Lipa dan Britney Spears, Tewas Ditikam di Taman
Selasa / 09-06-2026, 16:36 WIB
Luhut Dukung BI Naikkan Suku Bunga demi Jaga Rupiah
Selasa / 09-06-2026, 16:36 WIB
Letterboxd Luncurkan Fitur Pelacak Format Nonton Film The Odyssey
Selasa / 09-06-2026, 16:36 WIB
Studi: Buah Kaya Flavanol Efektif Jaga Kesehatan Jantung
Selasa / 09-06-2026, 16:36 WIB






