Langkah tersebut dipandang esensial dalam menjaga stabilitas makroekonomi nasional.

"Stabilitas makroekonomi memang menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan pasar dan kesinambungan dunia usaha," ujar Erwin Aksa.

Pelaku usaha mengharapkan pemerintah merespons kondisi ini dengan memberikan bauran kebijakan stimulus fiskal.

Akselerasi belanja negara dan kemudahan akses pembiayaan produktif sangat dibutuhkan untuk menjaga daya saing domestik.

"Dunia usaha membutuhkan kepastian dan dukungan agar tetap mampu menjaga ekspansi, penyerapan tenaga kerja, dan daya saing ekspor Indonesia di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian," ucap Erwin Aksa.

Di sisi lain, penyesuaian suku bunga acuan sebesar 25 basis poin tersebut diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.

Kebijakan ini ditujukan untuk mengendalikan inflasi pada sasaran perkiraan dan menahan keluarnya modal asing.

>>> Daniel Sturridge Pimpin Seleksi Pemain Muda di Stadion Patriot Candrabhaga

"Bank Indonesia memandang perlu untuk menempuh langkah-langkah lanjutan guna memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan meningkatkan kembali imbal hasil dan sejumlah insentif lain untuk mendorong masuknya aliran investasi asing," pungkas Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI.