Kebijakan pembatasan akses teknologi strategis yang diterapkan Amerika Serikat terhadap China kini memicu dampak yang tidak terduga.

Langkah Washington memblokir ekspor semikonduktor justru dinilai menjadi pendorong utama bagi kemandirian teknologi di Negeri Tirai Bambu tersebut.

>>> Pengamanan Madison Square Garden Diperketat Jelang Kedatangan Donald Trump

Raksasa teknologi Huawei menyampaikan pandangan tidak biasa mengenai sanksi perdagangan yang mereka hadapi selama beberapa tahun terakhir.

Industri semikonduktor lokal dilaporkan berkembang lebih cepat berkat adanya pembatasan ekspor tersebut.

Apresiasi Tak Langsung dari Huawei

Chairman Huawei, Liang Hua, menyampaikan apresiasi tidak langsung terhadap situasi ini dalam sebuah forum industri.

Kontrol ketat dari pemerintah AS dipandang telah memaksa pelaku industri domestik meningkatkan anggaran riset serta mematangkan ekosistem pasokan mandiri.

"Pembatasan ekspor dari AS memaksa industri China berinvestasi lebih besar dalam inovasi dan pengembangan teknologi inti," kata Liang.

Tekanan komersial dari luar negeri ini diakui mempercepat transformasi teknologi di China.

Sejak tahun 2019, pemerintah AS terus memperketat ruang gerak Huawei dan korporasi sekutunya dalam memperoleh perangkat lunak desain semikonduktor hingga mesin manufaktur Barat.

Sanksi tersebut sempat memotong pasokan komponen vital untuk lini smartphone dan infrastruktur jaringan global milik Huawei.

>>> Impor Minyak China Anjlok ke Level Terendah Delapan Tahun Akibat Perang Iran

Perangkat Android komersial mereka bahkan sempat kehilangan lisensi untuk menjalankan ekosistem layanan digital Google.

Menanggapi tekanan tersebut, sektor publik dan swasta di China bersinergi mengalirkan investasi skala besar.

Fokus pendanaan diarahkan pada pembuatan chip mandiri, perangkat lunak penunjang, sistem operasi, hingga alat produksi semikonduktor lokal.

Huawei kini menjadi representasi nyata dari keberhasilan strategi bertahan tersebut.

Perusahaan berhasil meluncurkan kembali smartphone premium yang ditenagai oleh sistem operasi HarmonyOS serta chip rancangan domestik yang kian kompetitif.

Persaingan di sektor kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor antara kedua negara adidaya ini diprediksi masih terus menajam.

Di satu sisi, Washington beralasan bahwa pembatasan ini krusial demi mencegah modernisasi militer China dan menjaga keamanan nasional mereka.

Namun, kebijakan proteksionisme tersebut justru melahirkan efek bumerang yang mempercepat kemandirian industri kompetitor.

>>> 10 Pemain Termahal di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Puncaki Daftar

Liang Hua mengakui bahwa tantangan berat masih membayangi sektor microchip domestik, meski kapasitas produksi lokal terbukti terus menunjukkan peningkatan signifikan.