Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan sesi I Selasa (9/6/2026).

Indeks melesat 257,6 poin atau setara 4,82% ke level 5.599,74.

>>> Fraksi PDIP Soroti Ketentuan Transfer Daerah dalam KEM PPKF 2027

Pergerakan indeks pada paruh pertama hari ini berada di rentang 5.318 hingga 5.627.

Aktivitas pasar berlangsung sangat padat dengan volume perdagangan mencapai 24,71 miliar lembar saham.

Nilai transaksi total yang dibukukan menyentuh Rp 13,79 triliun. Adapun frekuensi perdagangan di bursa mencatatkan angka sebanyak 1.479.785 kali transaksi.

Kenaikan ini didominasi oleh 603 saham yang bergerak menguat. Sementara itu, terdapat 118 saham yang melemah dan 92 saham lainnya terpantau bergerak stagnan.

Sektor Barang Baku Pimpin Penguatan

Sektor barang baku menjadi motor utama penguatan setelah melonjak sebesar 6,26%. Sektor perindustrian mengekor di posisi kedua dengan kenaikan sebesar 6,11%.

Sektor energi juga mencatat pertumbuhan sebesar 5,04%, diikuti sektor keuangan yang naik 4,32%. Sektor infrastruktur melengkapi jajaran penguatan dengan naik sebesar 4,31%.

>>> Panduan Biaya Simpan Emas di Bank dan Pegadaian Tahun 2026

Kondisi positif ini sejalan dengan tren pasar saham di kawasan Asia yang kompak menghijau. Nikkei Jepang memimpin penguatan regional dengan kenaikan tajam mencapai 2,1%.

Straits Times Singapura terapresiasi sebesar 0,97% dan Shanghai China menguat 0,51%. Sedangkan Hang Seng Hong Kong bergerak naik tipis sebesar 0,09%.

Lonjakan IHSG turut mendorong sejumlah saham menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Saham-saham ini langsung menempati deretan teratas kelompok top gainers.

Saham PT Multitrend Indo Tbk melonjak 34,62% menjadi Rp 140.

PT Prime Agro Resources Tbk naik 25% ke Rp 2.800, PT Bukit Uluwatu Tbk menguat 24,55% ke Rp 685, dan PT Multipolar Technology Tbk naik 20% ke Rp 15.000.

Di sisi lain, terdapat tiga saham yang merosot tajam hingga terkena auto rejection bawah (ARB).

>>> Komisi IX DPR Kritik Izin Pembukaan Fakultas Kedokteran Baru

PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk turun 14,86% ke Rp 143, PT Citra Tubindo Tbk melemah 14,77% ke Rp 6.350, dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk turun 14,02% ke Rp 920.