Pemilik sepeda motor listrik segmen entry level di Bekasi, Jawa Barat, ramai melakukan modifikasi kendaraan untuk meningkatkan jarak tempuh dan kecepatan puncak pada Minggu (7/6/2026).

Langkah upgrade ini diambil guna menyesuaikan performa kendaraan dengan kebutuhan mobilitas harian penggunanya.

>>> SMF Salurkan Seluruh PMN Rp6,68 Triliun untuk Program FLPP 2025

Tren peningkatan performa kendaraan elektrik ini dilansir dari Otomotif.

Modifikasi pada komponen utama menjadi pilihan yang lebih diminati oleh para konsumen dibandingkan dengan opsi membeli unit kendaraan baru.

Keluhan Jarak Tempuh dan Tenaga

Pemilik Bengkel Sepeda Motor Listrik DyVolt EV Shop, Adi Siswanto, mengonfirmasi tingginya permintaan penyesuaian performa tersebut.

Masalah jarak tempuh yang terbatas serta performa yang kurang bertenaga saat melewati jalan menanjak menjadi keluhan yang paling sering disampaikan konsumen.

"Pengguna motor listrik saat ini banyak yang mengeluhkan jarak tempuh yang terlalu pendek maupun kecepatan yang kurang maksimal khususnya ketika tanjakkan," kata Adi.

Menurut Adi, kendaraan ramah lingkungan di kelas harga terjangkau umumnya hanya dibekali kecepatan maksimal 50 hingga 70 kilometer per jam.

Jarak tempuhnya pun relatif terbatas, yaitu sekitar 30 sampai 40 kilometer untuk satu kali pengisian daya baterai secara penuh.

Upgrade Baterai dan Kontroler

Peningkatan jarak tempuh dilakukan melalui penggantian baterai bawaan dengan kapasitas lebih besar atau menerapkan sistem dua baterai.

>>> Apple WWDC26: Siri Bertenaga Gemini dan Era Baru Apple Intelligence

Melalui metode ini, kendaraan konsumen bahkan mampu menempuh jarak sejauh 70 kilometer hingga lebih dari 100 kilometer.

"Kalau mau jaraknya lebih jauh, biasanya baterainya diganti dengan kapasitas yang lebih besar atau dibuat sistem dual battery," ujar Adi.