>>> SPBU Turunkan Harga BBM Diesel per 8 Juni 2026, Dexlite dan Pertamina Dex Terpangkas

Negreira bukanlah orang sembarangan, melainkan mantan wasit La Liga yang pada periode tersebut juga menjabat sebagai wakil presiden Komite Teknis Wasit Spanyol (CTA).

Meskipun dugaan suap kepada pejabat publik sempat digugurkan oleh pengadilan pada 2024, proses penyidikan masih terus berlanjut di bawah delik korupsi dalam ranah olahraga.

Di sisi lain, kubu Catalan secara konsisten menolak segala tudingan pembelian wasit.

Pihak manajemen berdalih bahwa dana yang dibayarkan murni sebagai biaya jasa konsultasi perwasitan dan pemantauan pemain muda.

Pada Desember lalu, kubu Real Madrid dilaporkan telah menyiapkan langkah hukum untuk menuntut ganti rugi jutaan euro.

Pihak manajemen Barcelona pun merespons dengan mengancam akan mengambil tindakan hukum balasan.

Respons UEFA

Hingga saat ini, kelanjutan nasib pencabutan gelar tersebut masih menjadi tanda tanya besar.

UEFA belum menutup kasus ini secara definitif dan menyatakan masih mengkaji seluruh alat bukti yang ada.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, pada tahun 2023 sempat memberikan pandangannya mengenai perkara ini.

"Menurut pendapat saya, salah satu kasus paling serius yang pernah saya lihat dalam sepak bola."

Secara teknis, sanksi pencabutan empat trofi Liga Champions yang diraih antara 2001-2018 sangat mungkin dijatuhkan jika klub tersebut terbukti bersalah di pengadilan.

Namun, UEFA tidak berwenang mengintervensi pencabutan gelar domestik La Liga.

Sejarah mencatat bahwa belum pernah ada preseden pencabutan gelar juara setelah partai final usai di kompetisi antarklub Eropa.

>>> OpenAI Rombak ChatGPT Jadi Aplikasi Super dengan Beragam Fitur Baru

Sebagai perbandingan, pada kasus pengaturan skor Marseille (1993) maupun skandal Calciopoli Juventus, sanksi pencabutan gelar dan degradasi hanya berlaku di liga domestik, sementara status trofi level Eropa mereka tetap diakui.